Diduga Ada Penebangan, Longsoran Tanah Gunung Babakan Tutup Jalan Perumahan di Kota Banjar

Longsoran tanah dari Gunung Babakan di Kota Banjar, Jawa Barat, menutupi jalan di komplek Perumahan Azzahra, RT. 7, RW. 3, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.
Longsoran tanah dari Gunung Babakan di Kota Banjar, Jawa Barat, menutupi jalan di komplek Perumahan Azzahra, RT. 7, RW. 3, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Longsoran tanah dari Gunung Babakan di Kota Banjar, Jawa Barat, menutupi jalan di komplek Perumahan Azzahra, RT. 7, RW. 3, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Rabu (30/01/2020).

Hal itu akibat hujan deras melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, yang tak hanya mengakibatkan rumah rusak dan pohon tumbang, tapi juga tanah longsor.

Akibat longsoran tanah tersebut, hampir semua jalan di komplek perumahan Azzahra yang lokasinya berada di sekitar kaki Gunung Babakan, tertutup dengan ketebalan tanah mencapai 20 centimeter. Bahkan, sebagian tanah longsoran masuk ke rumah warga.

Kusmana, salah seorang warga setempat, menuturkan, longsoran tanah yang berasal dari Gunung Babakan itu terbawa air hujan, dan masuk ke saluran irigasi, kemudian masuk ke pemukiman warga, yakni ke Perumahan Azzahra hingga menutup akses jalan.

“Sudah tiga kali dalam sepuluh hari ini terjadi longsoran tanah berlumpur di kawasan perumahan ini,” ungkapnya, kepada HR Online, saat ditemui Kamis (30/01/2020).

Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, lanjut Kusman, namun akses lalu lintas warga menjadi terhambat karena jalan aspal tertutup material tanah gunung.

“Setelah dilakukan pembersihan dan pengerukan, tanah atau lumpur berhasil diangkut hingga mencapai 10 angkutan mobil coltbak. Tebalnya mencapai 20 cm. Ini baru setengah hari saja tanah yang dianggkut sudah hampir 10 mobil, kalau tidak selesai hari ini, dilanjutkan besok. Sejauh ini belum ada tinjauan dari pihak pemerintah,” terang Kusmana.

Ketua RT di lingkungan setempat, Sutaryana, menambahkan, longsoran tanah tersebut memang berasal dari hutan Gunung Babakan.

Menurutnya, longsoran diduga karena ada penebangan pohon, kemudian diganti oleh tanaman palawija sehingga akar pohon tidak kuat menahan tanah saat diguyur hujan deras.

“Kemungkinan setelah ada penebangan, tanaman penggantinya masih baru jadi tidak kuat nahan tanah dan terbawa air hujan,” katanya.

Untuk membuka akses jalan, lanjut Sutaryana, setiap terjadi longsoran tanah, warga setempat bergotong-royong membersihkan jalan.

Ia berharap ada solusi bersama dari pihak pemerintah melalui dinas terkait, untuk mencegah terjadinya longsoran tanah susulan di kawasan Perumahan Azzahra, terlebih saat ini intensitas hujan sudah mulai tinggi.

“Kejadian ini kan sudah yang ketiga kalinya, dan waktunya berdekatan. Mumpung masih awal musim penghujan harus ada upaya bersama untuk penanganan,” harapnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Loading...