Dinilai Kurang Maksimal, Ini Tanggapan PT Hutama Karya Soal RS Pandega Pangandaran

Dinilai Kurang Maksimal, Ini Tanggapan PT Hutama Karya Soal RS Pandega Pangandaran
Bangunan RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran. Foto:Madlani/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).-  Komisi 3 DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyoroti kinerja PT Hutama Karya (HK), sebagai pelaksana pembangunan Rumah Sakit (RS) Pandega Pangandaran, yang kinerjanya dinilai kurang maksimal.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari pihak PT Hutama Karya. Tim Operasional Lapangan PT Hutama Karya (HK), Martin mengakui, jika pekerjaan RSUD Pandega sudah selesai semua, tapi masih ada yang kurang sesuai dengan kualitas.

“Untuk mencapai kesesuaian tersebut, kita akan maksimalkan dalam perbaikannya,” ujar Martin, kepada HR Online, usai rapat evaluasi dengan Pemda dan managemen RSUD Pandega, Jumat (17/1/2020).

Kata dia, dalam kontrak kerja, ada yang namanya dengan pemeliharaan pekerjaan selama 6 bulan. Pihaknya akan memaksimalkan masa pemeliharaan untuk perbaikan. “Kita targetkan sebelum launching RSUD Pandega, semuanya sudah diperbaiki dan berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Martin menambahkan, setelah masa pemeliharaan selama 6 bulan, akan ada berita acara serah terima ke 2, dan tagihan 5 persen akan kita ambil.

“Kita akan kejar waktu, setelah rapat dengan tim kecil dari Pemda dan manajemen RSUD Pandega, kita akan selesaikan dulu yang urgent, seperti instalasi tambahan untuk mesin-mesin medis dan lainnya,”kata Martin.

Mendapat Sorotan Komisi 3 DPRD Pangandaran

Diberitakan sebelumnya, Komisi 3 DPRD Kabupaten Pangandaran, kecewa dengan hasil pekerjaan RSUD Pandega yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya.

Anggota Komisi 3 DPRD Pangandaran, Hesti, mengatakan, rumah sakit yang dibangun Pemkab Pangandaran menghabiskan biaya cukup fantastis. RS berkelas hotel berbintang itu kini pengerjaannya hampir selesai. Hanya beberapa persen lagi yang belum terselesaikan, dan semuanya sedang dalam tahap pengerjaan.

Menurut Hesti, RS Pandega Pangandaran sangat luar biasa, begitupun anggaran yang digelotorkan oleh Pemkab Pangandaran. Namun, pihaknya mengaku kecewa dengan kinerja PT. HK yang merupakan perusahaan BUMN, pekerjaannya tidak maksimal.

“Salah satunya plafon yang bocor, keramik yang belah, dan hal lainnya. Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawasi kinerja PT. HK yang mengerjakan mega proyek Rumah Sakit Pandega,” ujarnya.

Lebih lanjut Hesti mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran yang telah berusaha keras untuk mewujudkan rumah sakit sekelas hotel berbintang.

Namun, Komisi 3 DPRD kecewa terhadap BUMN, yakni PT. HK yang dinilai kurang hati-hati dalam mengerjakan pembangunan rumah sakit tersebut.

Sebagai wakil rakyat, kata Hesti, pihaknya berkeinginan pengerjaan rumah sakit yang bertaraf hotel berbintang ini sempurna, bagus dan hebat. Jangan sampai ada yang mengundang perhatian masyarakat luas, seperti halnya plafon yang bocor. (Madlani/R8/HR Online)

Loading...