Dinkes Banjar Lakukan Fogging di Lingkungan Terdampak DBD

Fogging terdampak DBD
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, melalui UPTD Puskesmas Pataruman 3, saat melakukan fogging di Lingkungan Lembur Balong, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, melalui UPTD Puskesmas Pataruman 3, melakukan penyemprotan atau fogging sarang nyamuk aedes aegypti terdampak DBD di lingkungan Lembur Balong, RT. 3, RW. 5, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Selasa (14/01/2020).

Penyemprotan itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi merebaknya virus demam berdarah dengue (DBD) yang sempat menelan korban jiwa di lingkungan tersebut.

Kader Posyandu Jemantik Puskesmas Pataruman 3, Kecamatan Pataruman, Onah Rohaenah, mengatakan, fogging dilakukan di RW.5 yang terdiri dari lima RT dan 210 KK.

“Ada lima RT yang dilakukan penyemprotan. Semoga bisa dicegah dan warga juga pada sehat,” kata Onah, kepada awak media.

Ketua RT. 3, RW. 5, Maman Suryaman, menambahkan, setelah dilakykan penyemprotan, warga juga akan mengadakan bersih-bersih lingkungan dan pemberantasan jentik serta sarang nyamuk untuk mencegah penyebaran nyamuk DBD.

Fogging dilakukan setelah sebelumnya, Sabtu (11/01/2020), Aisyah, bayi 1,9 bulan di Lembur Balong, RT. 3/5, meninggal akibat terserang virus DBD.

Bayi tersebut meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Banjar, namun nyawanya tak bisa tertolong.

Kepala UPTD Puskesmas Pataruman 3, Yun Wahyuni, menyebut bayi bernama Aisyah sebelumnya sudah diperiksakan ke dokter, kemudian itu dirujuk ke RSUD untuk perawatan lebih lanjut.

Dinkes Gelar Rakor Pencegahan

Sementara itu, Dinkes Kota Banjar, pada hari Senin (13/01/2020), menggelar rapat terbatas dengan mengumpulkan para Kepala Puskesmas di aula Dinkes Kota Banjar. Rapat tersebut salah satunya membahas mengenai adanya korban meninggal dunia akibat DBD.

Sekretaris Dinkes Kota Banjar, Edi Rustandi, mengatakan, pihaknya menginstruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk bersama masyarakat.

Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue. “Dengan pemberantasan sarang nyamuk, semoga bisa mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD,” kata Edi, usai rapat terbatas.

Seperti diketahui, wabah penyakit demam berdarah dengue di Kota Banjar telah menelan dua korban jiwa, di antaranya seorang pelajar dan seorang bayi. (Muhlisin/Koran HR)

Loading...