Dua KK di Ciamis Tinggal di Rumah Tidak Layak

Rumah Tidak Layak Huni
Selama 8 tahun, keluarga Aco Tarso dan Rasim, warga Dusun Pasirdatar RT 04 RW 04, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menempati rumah tidak layak huni. Foto: Es/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Selama 8 tahun, keluarga Aco Tarso dan Rasim, warga Dusun Pasirdatar RT 04 RW 04, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menempati rumah tidak layak huni.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Baregbeg yang juga kordinator PKH, Dadan, ketika ditemui HR, Selasa (21/01/2020), mengatakan, berdasarkan laporan dari warga maka pihaknya langsung meninjau lokasi rumah tidak layak huni yang ditempati Aco Tarso dan Rasim.

“Benar saja rumah yang dihuni oleh Aco dan Rasim kondisinya jauh dari kata layak. Hal itu terlihat dari bangunan rumah yang semunya sudah lapuk dan membahayakan,” katanya.

Menurut Dadan, pihaknya bersama aparat desa berusaha mencari solusi untuk membantu keluarga Aco dan Rasim. Karena rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga (KK) dengan kondisi yang membahayakan.

Dadan mengungkapkan, rumah yang sudah bertahun-tahun ditempati tersebut sudah tidak layak karena bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi sekarang musim penghujan sehingga sewaktu-waktu bisa saja rumah itu ambruk.

“Kondisi keluarga yang menempati rumah tidak layak huni ini tidak bisa dibiarkan. Harus segera mendapatkan perhatian pemerintah, agar warga tersebut bisa nyaman berada di rumah, tidak seperti sekarang,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Dadan, jika tidak mendapatkan bantuan dari pemeritnah, maka Karang Taruna Baregbeg akan mencari donasi supaya keluarga Aco dan Rasim dibantu untuk membangun rumah yang layak.

Saat ini, Dadan menuturkan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah desa untuk mencarikan solusi dalam membantu keluarga Aco dan Rasim.

“Apabila pihak pemerintah desa tidak ada anggaran untuk membantunya, maka Karang Taruna akan membantu mencari bantuan,” jelasnya.

Sementara itu, Aco Tarso, pemilik rumah, ketika ditemui Koran HR, Selasa (21/01/2020), mengaku tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah. Dia terpaksa masih menempati rumah itu walaupun sudah tidak layak.

“Karena tidak ada biaya untuk memperbaiki rumah, saya dan keluarga tetap tinggal disini. Meski sering was-was ketika hujan turun, seperrti sekarang, karena kondisi rumah banyak yang bocor,” ungkpanya.

Menurut Aco, untuk menghindari bencana apabila hujan lebat, dirinya dan keluarga sementara pergi ke rumah saudara untuk berlindung sampai hujan reda. Aco berharap mudah-mudahan bisa mendapatkan bantuan untuk membangun rumahnya. (Es/Koran HR)

Loading...