Harga Buah Manggis Pangandaran Naik Tembus Rp 40.000 per Kg

Harga Buah Manggis Pangandaran
Pengepul sedang menyortir buah mangis yang akan dikirim ke Puspahiang Tasikmalaya. Foto : Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Harga buah manggis di musim panen tahun ini mengalami kenaikan. Jika sebelumnya manggis super dijual dengan harga Rp 15 ribu, namun tahun ini sangat fantastis, Rp 40 ribu per kilogramnya.

Menurut salah seorang pengepul manggis asal Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Eka Marpudin, kenaikan manggis ini disebabkan karena permintaan yang terus meningkat.

“Selain itu, saat ini di beberapa daerah di Kabupaten Pangandaran sedang musim manggis,” ucapnya kepada HR Online, Sabtu (11/1/2020).

Musim panen buah manggis di Pangandaran sendiri, lanjut Eka, sudah sekitar sebulan yang lalu, dan diperkirakan panen tersebut akan sampai pada bulan Maret mendatang.

Eka menjelaskan, untuk harga manggis bervariatif. Itu tergantung ukuran dan cara panennya. “Jika panennya terlalu matang maka harganya hanya sekitar Rp.7000 sampai Rp 8000  per kilo,” jelasnya.

Buah Manggis Menjanjikan dari Sisi Ekonomi

Menurut Eka, sebenarnya manggis ini memiliki prospek dari sisi ekonomi yang menjanjikan. Bahkan, manggis yang sudah disortir olehnya dijual ke bandar besar di Puspahiang Tasikmalaya, dan untuk mangis yang berkualitas super di ekspor ke China.

Namun sayangnya, komoditi buah manggis di Kabupaten pangandaran ini belum terlalu banyak. Padahal, permintaan terus ada setiap harinya.

“Setiap dua hari sekali ada orang yang mengambil buah manggis saya untuk dibawa ke Tasikmalaya. Meski permintaannya tiap hari namun belum bisa, karena komoditi manggis di sini belum terlalu banyak,” paparnya.

Lebih lanjut Eka mengatakan, sebenarnya jika petani di Kabupaten Pangandaran ingin mengembangkan manggis itu sangat bagus. Pasalnya, di Pangandaran sangat cocok untuk tanaman buah jenis manggis.

Saat ini, sentra buah mangis di Pangandaran berada di Kecamatan Cigugur dan Langkaplancar. Sementara saat ini para petani menanam pohon mangis itu di lahan pegunungan dan perbukitan.

TCL

Eka menuturkan, di Cigugur dan Langkaplancar sebenarnya masih banyak lahan milik pribadi yang tidak produktif. Namun karena masyarakat banyak yang belum paham, jadi dibiarkan begitu saja.

“Untuk itu, jika Pangandaran ingin mengembangkan produksi buah manggis, maka diperlukan upaya dari pemerintah, baik itu bimbingan atau sosialisasi dari dinas terkait,” pungkasnya. (Cenk/R5/HR-Online)

Loading...