Hujan Es di Australia Sebesar Bola Golf, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Hujan Es di Australia
Hujan es sebesar batu golf yang melanda Canberra, Australia, merusak kaca mobil, Senin (20/1/2020). Foto: Ist/Net

Hujan es di Australia menghancurkan kaca-kaca jendela bangunan. Hujan es sebesar bola golf tersebut membuat warga berlarian dan menyelamatkan diri.

Hujan es ini terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah sebelumnya Australia dilanda badai pasir dahsyat.

New South Wales, salah satu negara bagian Australia dihantam badai pasir pada Minggu, 19 Januari 2020 malam, sekitar pukul 19.45. Badai debu mencapai kecepatan 107 kilometer per jam.

Baca Juga: Hujan Salju di Arab Saudi, Tanda Kiamat?

Kantor berita ABC News, melaporkan, pada Senin, 20 Januari 2020, badai berawal dari pinggiran kota Melbourne dan Victoria bagian Selatan. Akibatnya hujan es di Australia menghantam sejumlah wilayah.

Cuaca ekstrim ini berbanding terbalik saat kebakaran hutan yang melanda Australia sejak akhir tahun 2019. Saat itu langit berwarna oranye. Ditambah kabut menutupi sejumlah kota di bagian Timur Australia.

Kebakaran tersebut menyebabkan 2.600 rumah rusak. Sementara ratusan juta hewan dikabarkan mati terpanggang. Sebanyak 29 orang juga dilaporkan hilang.

Sementara hujan es di Australia disertai badai ganas berupa angin pada Senin kemarin telah menghancurkan berbagai bangunan. Tidak adanya vegetasi tumbuhan di hutan-hutan Australia karena kebakaran hebat sebelumnya, disusul badai ganas disertai hujan deras menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya tanah longsor.

Di Victoria, salah satu negara bagian Australia, curah hujan yang tinggi dilaporkan menjadi penyebab banjir bandang. Kerusakan pun terjadi di Melbourne akibat hujan deras pada Minggu, 19 Januari 2020.

Bahkan di Melbourne, hujan deras disertai petir. Dua orang wisatawan dikabarkan telah menjadi korban sambaran petir.

Dua orang wisatawan tersebut sedang berkunjung ke Blue Mountains. Saat petir menyambar pagar logam mereka diketahui tengah bersandar ke pagar tersebut. Keduanya pun dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah.

Warga Panik Saat Hujan Es Sebesar Bola Golf Hantam Australia

Hujan es di Australia juga melanda Canberra, ibu kota Australia pada Senin (20/1/2020) sore. Es putih bulat sebesar bola golf menutupi tanah.

Saat kejadian, warga setempat panik dan berlarian mencari perlindungan. Sejumlah para pengemudi pun keluar dari jalan menuju sejumlah parkiran bawah tanah. Mereka takut mobilnya rusak tertimpa es sebesar bola golf.

Hujan es di Canberra, Australia itu berlangsung selama 15 menit. Namun, akibatnya, bola-bola es telah merusak jendela dan puluhan burung pun terluka. Selain itu, dilaporkan jaringan kabel listrik putus.

Sejumlah video diunggah warga Australia di berbagai media sosial. Pada video tersebut tampak bola-bola es merusak kaca jendela.

Biro Metereologi Australia mengeluarkan peringatan pada sejumlah kota di pesisir Sydney, Wollongong, dan Newcastle. Badai es menuju ke kota-kota tersebut yang diprediksi bakal dilanda angin dan hujan es dahsyat.

“Hujan deras dan hujan es bisa menyebabkan banjir bandang. Kami telah memberikan peringatan untuk beberapa jam ke depan,” press realease Biro Meterologi seperti dikutip HR Online dari laman AFP, Selasa (21/1/2020).

Hujan Es di Australia Pernah Terjadi pada Tahun 2018

Rupanya hujan es di Australia bukan kali ini saja terjadi. Pada tahun 2018, dilaporkan hujan es juga melanda wilayah Sydney. Saat itu bola-bola es sebesar bola tenis berbentuk kembang kol menghantam Sydney,  dan New South Wales pada 20 Desember 2018. Foto-foto bongkahan es yang mirip kembang kol diunggah warga Ausralia di media sosial.

Fenomena tersebut disebut para ahli metereologi sebagai dampak perubahan iklim. Sebelumnya dampak perubahan iklim juga disebut-sebut sebagai penyebab turunnya salju di kota Tabuk, Arab Saudi. Kota Tabuk yang biasanya panas dan kering tiba-tiba turun salju.

Begitupun dengan fenomena hujan es di Australia. Hujan es berupa bola-bola putih sebesar bola golf ini pun disebut sebagai salah satu dampak perubahan iklim. Perubahan ini juga menyebabkan cuaca tidak bisa diprediksi dengan tepat. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...