Bayi Menghisap Jempol, Kebiasaan Ini Ternyata Banyak Manfaatnya!

bayi menghisap jempol
Ilustrasi bayi menghisap jempol. Foto: Istimewa

Sebagai seorang ibu atau orangtua Anda tentu terbiasa melihat kebiasaan bayi menghisap jempol. Bahkan rasanya tak ada balita yang tidak melakukan kebiasaan menghisap jempol semacam ini. Namun kebiasaan yang lumrah ini ternyata ditanggapi dengan beragam reaksi, khususnya dari para orangtua.

Ada yang menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Namun tak sedikit pula yang menilainya sebagai kebiasaan buruk.

Anggapan terhadap kebiasaan balita tersebut sebagai hal yang buruk karena melihat dan mempertimbangkan dampak buruknya. Bahkan tak sedikit yang menyarankan untuk mengganti jari dengan empeng atau dot.

Perlukah Menghentikan Kebiasaan Bayi Menghisap Jempol?

Meskipun ada yang pro dan kontra dengan kebiasaan balita tersebut, namun masih banyak orangtua yang bingung dan tidak tahu apakah perlu menghentikan kebiasaan bayi menghisap jempol tersebut?

Berita Terkait: Alergi Kulit pada Bayi dan Anak serta Cara Alami Mengatasinya

Sebelum Anda mengambil keputusan yang salah, ada baiknya memperhatikan beberapa pertimbangan yang akan dipaparkan di bawah ini.

Bawaan Sejak dalam Kandungan

Kebiasaan balita yang suka menghisap jempol atau jari tangannya ternyata bukanlah hal yang baru pertama dilakukan si anak. Sejak bayi masih dalam kandungan, kebiasaan ini ternyata telah dilakukannya.

Ibu yang kandungannya sudah memasuki trimester akhir atau beberapa minggu menjelang kelahiran, calon bayi yang masih ada dalam kandungan senang menghisang ibu jarinya. So, hal ini merupakan hal yang alamiah.

Tanda Bayi Normal dan Sehat

Kebiasaan bayi menghisap jempol, selain merupakan hal yang wajar, ternyata juga mencerminkan bahwa kondisi si anak berkembang normal, alamiah dan sehat. Karena itulah orangtua justru seharusnya senang apabila melihat bayinya melakukan hal ini.

Berita Terkait: Manfaat Jambu Biji untuk Bayi yang Perlu Bunda Ketahui

Begitu juga dengan cara mengisap jempol juga memperlihatkan kondisi si bayi. Sebab umumnya bayi yang lahir prematur atau sakit justru tidak mampu mengisap jarinya dengan baik atau malah tidak melakukannya.

Kebiasaan Bayi yang Sedang Lapar

Kebiasaan bayi menghisap jempol juga memiliki makna atau bahasa yang ingin disampaikan bahwa dia sedang lapar. Dengan cara ini orangtua perlu tanggap dan segera memberikan asupan untuk buah hatinya.

Menurut kalangan medis, kebiasaan bayi mengemut jari tangan ini wajar dan umumnya dilakukan sejak lahir hingga berumur 3 bulanan. Jadi, jika setelah menyusui bayi masih melakukan hal ini, mungkin masih kurang asupannya.

Efek Psikologis pada Bayi

Kebiasaan bayi menghisap jempol ternyata juga memiliki efek psikologis yang sangat penting untuk anak. Kebiasaan ini merupakan cara si anak untuk mengkondisikan dirinya agar tenang dan rileks.

Dengan menghisap jarinya, anak justru sedang mengatasi lingkungan yang mungkin tidak aman atau kurang kondusif untuk dirinya. Jika anak dilarang atau dicegah dari kebiasaan ini, dikhawatirkan bisa mengganggu psikologisnya.

Untuk Mencegah Alergi

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Pediatrics Amerika Serikat menemukan manfaat dari kebiasaan balita menghisap jarinya. Manfaat itu terutama dalam menekan risiko terkena alergi.

Berita Terkait: 5 Mitos Tentang Kesehatan Bayi dan Balita yang Belum Tentu Benar

Penelitan itu juga menemukan bahwa kebiasaan bayi menghisap jempol bisa berlanjut hingga anak berjalan dan berbicara. Dengan kebiasaan inilah anak melindungi imunitas tubuhnya terhadap risiko alergi dari lingkungan.

Apakah Baik Mengganti Jari dengan Empeng?

Kekhawatiran para orangtua terhadap kebiasaan bayi menghisap jempol mendorong mereka memberikan empeng atau dot sebagai gantinya. Cara ini ternyata bukanlah solusi yang baik dan tepat. Bahkan bisa mengundang risiko.

Menghisap dot atau empeng menurut sejumlah dokter anak justru bisa membuat bayi mudah kembung. Hal ini karena dot yang dihisap bayi berisi udara yang akan terhisap ke perut.

Itulah fakta menarik tentang kebiasan bayi menghisap jempol yang sebaiknya disikapi secara arif oleh orangtua. Kebiasaan ini umumnya akan hilang sendiri, sehingga Anda tak perlu melarang bayi yang senang menghisap jarinya. (R9/HR-Online)

Loading...