Kerajian Bambu Kota Banjar Tembus Korea dan Cina, Ketua HIPMI Apresiasi Sahabat Bambu

Kerajian Bambu Kota Banjar Tembus Korea dan Cina, Ketua HIPMI Apresiasi Sahabat Bambu
Rumah telor salah satu karya sahabat bambu Kota Banjar yang dipesan oleh Kementerian Pariwisata RI. Foto:Istimewa

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Kerajinan bambu hasil industri kreatif pengrajin sahabat bambu  Kota Banjar, pangsa pasarnya sudah tembus ke negara Korea dan Cina. Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banjar, Aep Hijbi, Jumat (31/1/2020).

Kata dia, perkembangan industri kreatif sektor pengolahan bambu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, utamanya pemerintah kota Banjar.

“Tentu kami HIPMI memberikan apresiasi positif kepada pengrajin sahabat bambu Banjar, yang sudah mengenalkan dan memasarkan produk daerah hingga ke mancanegara,” ujar Aep.

Aep menyebut, dengan masuknya produk industri kreatif ke pasar mancanegara, tentu akan meningkatkan geliat perekonomian sektor industri Kota Banjar.

“Kedepan industri kreatif bisa dijadikan ujung tombak dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan banyaknya geliat industri kreatif di Kota Banjar, akan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di kota Banjar,” katanya.


Terkait dengan kendala administrasi eskpor-impor lanjut Aep, permasalahan tersebut tentu bisa dicarikan solusinya, salah satunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang administrasi eskpor impor.

Selain itu kata dia, pemerintah melalui Dinas terkait juga harus membantu memberikan pelatihan dan fasilitasi bagi pengrajin yang masih terkendala administrasi, agar kedepan kualitas produk kerajinan yang di ekspor bisa terjaga dan memenuhi standar yang ditentukan.

“Saya melihat sudah banyak lembaga atau komunitas yangg mengadakan pelatihan-pelatihan ekspor impor dan itu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Dia pun berharap adanya perhatian dan dorongan dari Pemkot Banjar, kepada pengusaha industri kreatif, sehingga bisa berkembang dan menciptakan lapangan usaha baru di Kota Banjar.

“Harus didorong bersama agar sektor industri kreatif bisa lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online)