Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita CiamisKisah Pegawai Honorer di Ciamis yang 33 Tahun Mengabdi dengan Honor Rp....

Kisah Pegawai Honorer di Ciamis yang 33 Tahun Mengabdi dengan Honor Rp. 150 Ribu per Bulan

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Pria tua berusia 55 tahun ini bernama Sahili. Dia sudah 33 tahun atau sejak dari tahun 1987 menjadi pegawai honorer di UPTD Puskesmas Cimaragas Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Meski beberapa kali pemerintah mengeluarkan kebijakan mengangkat pegawai honorer menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), namun nasib berkata lain pada Sahili.

Sahilli selalu gagal memenuhi harapannnya menjadi PNS. Padahal dia beberapa kali sudah berusaha, baik melalui jalur pengangkatan honorer maupun testing CPNS melalui jalur umum.

Namun begitu, Sahili mengaku ikhlas dan hingga kini masih menjalani pekerjaannya sebagai pegawai honorer di Puskesmas Cimaragas, meski usianya kini sudah terbilang senja.    

“Ya mau gimana lagi. Mungkin ini sudah nasib saya. Memang mengabdi dari tahun 1987 bukan waktu yang sebentar. Sebenarnya saya pun sudah berusaha agar bisa diangkat menjadi PNS. Tapi takdir menggariskan saya seperti ini. Sekarang tinggal ikhlas dan mensyukuri nikmat yang ada,” ujarnya, saat ditemui HR Online, di rumahnya, Jum’at (10/01/2020).

Sahili mengaku selama 33 tahun menjadi pegawai hononer penghasilannya tidak menentu. Honor yang pasti dia dapat dari pihak Puskesmas hanya sebesar Rp. 150 ribu. “Semenjak Kepala Puskesmas-nya yang sekarang memang honor saya ada tambahan menjadi Rp. 500 ribu per bulan. Ya Alhamdulilah dengan ada kenaikan honor ini sangat membantu,” ujarnya.

Sahili mengatakan saat ini dirinya tidak lagi bermimpi menjadi PNS. Karena dia menyadari bahwa sudah tidak ada lagi peluang. Usianya yang sudah tua menjadi penghalang untuk menjadi PNS. Untuk menambah penghasilan guna mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya, dia memilih usaha sampingan dengan beternak ayam.

“Secara persyaratan sudah tidak mungkin jadi PNS. Saya pun sadar akan hal itu. Makanya saya memilih mencari usaha sampingan. Tetapi sebagai pegawai honerer tetap saya jalani,” katanya.

Sahili mengaku, meski honornya terbilang tidak layak dan jauh dari cukup, namun dirinya merasa bangga bisa menjadi bagian dari pegawai kesehatan, meski statusnya sebagai pegawai honorer.

“Terutama saat ikut membantu orang yang sakit untuk berobat. Hal itu tentu suatu kepuasan. Ada perasaan menjadi manusia yang berguna untuk orang lain,” ujarnya.

Saat ditanya ketika masih mendapat honor Rp. 150 ribu per bulan cukup untuk apa, Sahili mengatakan, jangankan untuk kebutuhan keluarganya, untuk biaya operasional dari rumah ke kantor Puskesmas selama satu bulan pun tidak cukup.

“Tapi alhamdulilah saya masih bisa bertahan hidup. Kalau kita ikhlas menjalaninya Insyaallah akan dipermudah mendapat rezeki. Dari usaha berternak ayam Alhamdulilah sangat membantu ekonomi keluarga. Selain itu tidak menganggu pekerjaan di Puskesmas,” katanya.

Namun sayang, Sahili baru saja mendapat musibah. Kandang ayam berukuran 15 x 12 meter yang selalu menjadi tumpuan ekonomi keluarganya ambruk setelah diguyur hujan lebat yang terjadi Rabu (08/01/2019) sore.

Beruntung Sahili mendapat bantuan dari karyawan Puskesmas Cimaragas. Seperti diketahui Puskesmas Cimaragas memiliki kegiatan sosial yang digelar secara rutin melalui program SIASAT (Shadaqah Infaq Atasi Segala Tantangan).

Program SIASAT ini lebih menyasar pada bantuan langsung yang diberikan kepada warga miskin atau yang mendapat musibah. “Untuk penyaluran SIASAT kali ini kita bersama karyawan menyalurkan Infaq untuk membantu Bapak Sahili. Beliau adalah pegawai honorer senior di Puskesmas Cimaragas,” ujar Kepala Puskesmas Cimaragas, Tata Sudinta, Jum’at (10/01/2020).

Tata berharap dengan adanya bantuan dari program SIASAT bisa sedikit meringankan beban Pak Sahili. Karena bagi Sahili kandang ayam ini sebagai sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Maklum beliau seorang honorer yang pendapatannya tidak menentu. Jadi sudah sewajarnya kami sebagai teman se-kantor ikut membantu meringankan beban musibahnya,” katanya.

Tata mengatakan program SIASAT yang rutin digelar merupakan implementasi dari moto Puskesmas Cimagaras yaitu JOS (Jangan Omong Saja). (Suherman/R2/HR-Online)