Komisi III DPRD Kota Banjar Rekomendasikan Kajian Ulang Pembangunan Gedung Bappeda

Komisi III DPRD Kota Banjar
Komisi III DPRD Kota Banjar saat hearing dengan Dinas PUPRKP di ruang rapat Komisi III DPRD, terkait pembangunan gedung baru Bappeda Kota Banjar, Jum’at (10/1/2020). Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Komisi III DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, merekomendasikan kajian ulang terhadap konstruksi proyek pembangunan gedung baru Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjar.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar, Gun Gun Gunawan, usai hearing dengan Dinas PUPRKP Kota Banjar dan kontraktor pembangunan gedung baru Bappeda, di ruang rapat Komisi III DPRD, Jum’at (10/1/2020).

“Nanti akan dilakukan kajian oleh konsultan independen, untuk melihat apakah konstruksi benar-benar aman dilanjutkan dan diselesaikan,” kata Gun Gun kepada awak media.

Kajian itu, lanjut Gun Gun, dilakukan setelah mendapat keterangan dari pihak konsultan perencanaan, dan konsultan pengawas pembangunan pada tahap kedua.

Gun Gun menambahkan, dari keterangan yang masuk, tidak ada yang berani memberikan jaminan konstruksi untuk dilanjutkan, dengan alasan tidak mengetahui konstruksi pada pembangunan tahap pertama.

“Hanya pihak konsultan pada tahap kedua yang hadir dan mereka, tidak bisa memberikan jaminan keamanan, karena sifatnya hanya meneruskan. Sementara konsultan tahap pertama tidak datang jadi tidak ada keterangan,” kata Gun Gun.

Meski demikian, lanjut Gun Gun, pembangunan gedung dapat dilanjutkan melihat hasil dari kajian konstruksi pembangunan, yang akan dilaksanakan oleh konsultan independen.

“Untuk hasilnya tergantung pada konsultan independent yang akan melaksanakan kajian. Setelah ada kesimpulan nanti kita publikasikan,” ucapnya.

Diketahui pada kesempatan hearing tersebut, dihadiri pihak pelaksana proyek pembangunan dan Dinas PUPRKP Kota Banjar.

Kepala Bidang Ciptakarya Dinas PUPRKP Kota Banjar, Tantri Indrayanti pada hearing tersebut mengatakan, semua pembangunan gedung baru Bappeda sudah dilakukan sesuai perencanaan dan diperhitungkan dengan matang, termasuk adanya pondasi tiang pancang.

Terkait plesteran karena tidak rata dan beberapa lubang kolom, juga sudah ada perbaikan. Dan menurutnya, hal itu bukan bagian pokok dari konstruksi.

“Semua pengerjaan sudah sesuai perhitungan, hasil lab juga ada dan untuk pembangunan kami nyatakan aman,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online)