Memaknai Tahun Baru Imlek Bersama Ketua Makin Kota Banjar

Tahun Beru Imlek di tempat ibadah Klenteng Kong Miao Litang, Kota Banjar, Tahun Baru Imlek menjadi momentum untuk instropeksi diri.
Tahun Beru Imlek di tempat ibadah Klenteng Kong Miao Litang, Kota Banjar, Tahun Baru Imlek menjadi momentum untuk instropeksi diri. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Tahun Baru Imlek bagi umat Khonghucu bukan tradisi budaya dan uforia. Tahun Baru (Xin Nian) atau Xin Chun (musim semi baru), yang selanjutnya dikenal dengan Tahun Baru Imlek, juga bukan sekedar pergantian musim dan sekedar tradisi atau budaya saja.

Namun, Tahun Baru Imlek atau Xin Nian mengandung makna spiritual, sosial dan makna budaya. Sehingga, Imlek menjadi momentum untuk instropeksi diri

Hal itu dikatakan Ketua Majelis Konghucu Indonesia (Makin) Kota Banjar, Jawa Barat, Budi Kurniawan, Minggu (26/01/2020), kepada HR Online.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, tahun baru adalah harapan baru. Semua berhenti sejenak dan merenungi, serta memeriksa apa yang telah dijalaninya sepanjang tahun yang telah berlalu.

Memeriksa dan merenungkan apa yang telah dan belum dikerjakan, meneliti apakah perbuatannya selalu di dalam kebajikan atau sebaliknya.

“Tahun baru merupakan momentum untuk memperbaharui diri, membulatkan tekad dan mengobarkan semangat untuk memperbaharuinya pada tahun mendatang,” jelasnya.

Budi berharap, perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dan tahun-tahun selanjutnya selalu didasari oleh semangat persaudaraan, agar tercipta keharmonisan. Bukan hanya untuk kelompok, suku, atau etnis tertentu, tetapi bagi semua orang. (Muhlisin/R3/HR-Online)