Membeli Motor Bekas Biar Ga Kena Tipu, Ini Tipsnya

tips Membeli Motor Bekas
Mengecek nomor rangka dan kondisi oli sebelum membeli motor bekas. Foto : net/ist

Membeli motor bekas bisa menjadi alternatif buat yang memiliki bugget atau anggaran tidak banyak. Sebab, untuk yang memiliki keinginan motor baru tentu harus menyediakan uang yang tidak sedikit.

Bukan hanya itu, motor second atau bekas ini biasanya harganya lebih terjangkau dan banyak pilihan, yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan serta dana yang tersedia.

Masalahnya adalah membeli motor bekas tidak seperti membeli gorengan. Jika tidak pintar-pintar maka bisa kena tipu. Belum lagi, iklan yang ditawarkan oleh calo begitu menggoda.

Seperti harga murah dan no minus. Padahal, belum tentu motor bekas yang akan dijual tersebut memiliki kualitas yang baik.

Untuk itu, saat membeli motor bekas dan belum deal dengan si penjual, sebaiknya periksa terlebih dulu keadaan kendaraan tersebut. Tujuannya supaya tidak menyesal di belakang.

Nah berikut ini tips dan yang harus diperhatikan saat akan memilih motor bekas.

Tips Membeli Motor Bekas

1. Mengecek Harga di Pasaran

Saat ini tidak sedikit di internet yang memposting harga motor bekas. Meski tiap daerah dan kondisi berbeda, namun harga motor tersebut bisa dijadikan referensi ketika hendak membelinya.

Dalam situs di internet tersebut hampir semua daftar harga motor bekas tersedia. Baik dari itu merek Yamaha, Honda, Suzuki dan lainnya berbagai produk.

2. Mengecek Noka dan Nosin

Langkah selanjutnya sebelum membeli motor bekas adalah, mengecek nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin) kendaraan yang akan Anda beli.

Noka dan Nosin pada kendaraan itu apakah sudah sesuai atau sama dengan yang tertera pada BPKB atau STNK apa belum.

Jika setelah mencocokan dengan STNK tapi Anda masih ragu, maka bisa datang ke kantor Samsat untuk mengecek keasliannya.

Selain itu, bisa juga diperiksa secara fisiknya. Untuk nomor rangka dan mesin kendaraan yang asli huruf dan angkanya bukan ketokan kasar.

Sebab, tidak sedikit motor hasil curian oleh penadah atau sejenisnya dirubah noka dan nosin tersebut dengan cara diketok.

3. Cek Kelistrikan

Lalu, tips membeli motor bekas supaya tidak kena tipu selanjutnya yaitu mengecek kondisi motor tersebut, terutama di bagian kelistrikannya.

Untuk sumber listrik di sepeda motor adalah dari accu atau aki. Cara mengeceknya adalah dengan menyalakan klakson, lampu riting atau sein, lampu speedometer serta electric starter.

Selain itu, lihat juga kondisi aki-nya. Apabila di aki terdapat serbuk putih pada bagian kutub baik positif/negatifnya, bisa dikatakan accu tersebut sudah lemah, sehingga perlu diganti yang baru.

4. Cek Keadaan Fisik Motor

Jangan lupa saat membeli motor bekas, Anda memeriksa terlebih dulu kondisi motor tersebut, mulai dari bodinya, baut, dan lain-lain.

Untuk bodi apakah masih orisinil atau asli tidak, dan jangan sampai kelewatan apakah ada kerusakan pada bodinya, seperti goresan, pecah atau retak-retak.

Sebab tidak sedikit yang kecolongan dengan tidak memeriksa bagian sparepart-nya. Padahal itu penting karena harganya yang asli tentu tidak murah.

Cara Jitu Membeli Motor Bekas

5. Mengecek Oli Mesin Motor

Sebelum membeli motor bekas dan menyalakannya, maka terlebih dulu periksa bagian olinya. Pasalnya, ada juga dealer motor bekas yang berbuat curang, dengan menambahkan oli mesin.

Jika oli pada mesin motor itu berlebih maka bisa membuat suara mesinnya menjadi lebih halus terdengar. Dan itu bisa menyembnyikan suara mesin yang asli, yang kemungkinan suaranya kasar.

Jadi, sebelum menyalakan sepeda motor bekas itu, pastikan terlebih dulu ukuran oli mesin jangan sampai berlebih.

6. Mengecek Speedometer

Pengecekan bagian fisik lainnya yaitu pada speedometer. Yang pertama adalah melihat jumlah jarak tempuhnya.

Biasanya, untuk yang di atas 20 ribu km, maka kemungkinan besar dalam waktu dekat bakalan ada komponen motor yang harus diganti.Selain itu, periksa apakah di speedometer motor bekas itu ada retakan atau tidak.

7. Cek Rangka Motor

Selain memeriksa nomor rangka saat akan membeli motor bekas, Anda juga diharuskan untuk memperhatikan kondisi rangka atau sasisnya.

Pemeriksaan itu dengan memperhatikan bagian roda belakang serta depan, jangan sampai motor bekas yang akan dibeli pada bagian rangkanya bengkok.

Sementara untuk mendeteksi lurus atau tidaknya rangka serta poros setir, maka bisa dilakukan dengan menjalankan kurang lebih 40km/jam.

Lalu, saat motor tersebut jalan injak rem secara tiba-tiba. Apabila dalam keadaan rem mendadak itu motor tidak sulit dikendalikan, kemungkinan sasisnya masih lurus.

8. Menghidupkan Mesin dan Dicoba

Tips membeli motor bekas selanjutnya ialah menghidupkan mesinnya. Pastikan motor bisa langsam atau stationer dengan normal, dan suaranya mesinnya tidak berisik.

Setelah itu, coba dijalankan atau dikendarai dengan kecepatan 40 km/jam, sambil mengecek porseneling atau perpindahan gigi. Apabila terasa sulit, maka kampas komplingnya akan habis.

Kemudian dengarkan juga suara motor apakah mendesir atau tidak. Jika memang terdengar mendesir, maka bisa jadi gigi primer-nya akan habis juga.

Jadi sebelum membeli motor bekas memperhatikan langkah atau tips di atas, maka Anda tidak akan kena tipu. (Adi/R5/HR-Online)

Loading...