Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita TerbaruMengapa Hewan Purba Berukuran Besar? Temukan Alasannya di Sini

Mengapa Hewan Purba Berukuran Besar? Temukan Alasannya di Sini

Dalam mempelajari bagaimana kehidupan prasejarah, seringkali terbesit pertanyaan mengapa hewan purba berukuran besar dan berbeda jauh dengan ukuran hewan modern saat ini?

Terkait pertanyaan tersebut, ternyata para ahli sudah memiliki banyak jawabannya. Dimana beberapa alasannya terbilang cukup mengejutkan bagi sebagian orang.

Mengapa Hewan Purba Berukuran Besar?

Apabila anda termasuk salah satu orang yang merasa bingung dengan ukuran hewan prasejarah yang memang raksasa, ada baiknya anda simak ulasan ini. Anda bisa temukan segudang alasannya.

Mampu Menelan Cabang Besar Secara Utuh

Salah satu alasan mengapa hewan prasejarah bisa berukuran raksasa yaitu kemampuannya dalam menggigit dan menelan cabang-cabang yang besar tanpa mengunyah alias dalam kondisi utuh.

Kemampuan ini diketahui setelah para ahli berhasil mempelajari struktur tengkoraknya. Dengan menelan cabang tanpa perlu mengunyah, sudah pasti cara makannya lebih cepat dan porsinya banyak sehingga mempengaruhi ukuran tubuhnya.

Pengaruh Temperatur

Perlu untuk anda ketahui, alasan mengapa hewan purba berukuran besar lainnya yaitu pengaruh temperatur. Suhu yang hangat memudahkan hewan untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.

Jika dibandingkan dengan zaman modern sekarang ini, rata-rata suhu bumi pada era Mesozoic tercatat lebih tinggi 6-12 derajat Celcius.

Terkait alasan yang satu ini, anda bisa melihat reptil buaya. Buaya yang hidup di daerah tropis terlihat berukuran besar. Anda pasti tak akan menemukan buaya besar di kutub yang terkenal dengan suhunya yang dingin.

Tak Berebut Cari Makanan

Alasan lain kenapa hewan purba bisa tumbuh besar yaitu karena tak berebut dalam mencari makanan sehingga kebutuhan makanannya melimpah.

Tubuh hewan prasejarah mampu beradaptasi dengan kebutuhan makanan yang berlebih tersebut sehingga ukurannya raksasa.

Dari alasan mengapa hewan purba berukuran besar ini, mungkin akan timbul keheranan mengapa hewan purba tak saling berebut makanan. Apakah karena jumlahnya sedikit? Atau karena ada hal lain?

Tak perlu bingung, di zaman prasejarah, hewan purba muda hidup di relung ekologi yang berbeda dengan induknya sehingga tak ada persaingan. Hewan purba yang muda cenderung memakan tumbuhan dan hewan yang ukurannya lebih kecil.

Struktur Tulang Berlubang

Hewan purba ternyata memiliki struktur tulang yang berlubang, dimana tak seperti sebagian besar hewan darat saat ini. Alasan yang satu ini terbilang cukup mengejutkan.

Dikarenakan struktur tulangnya berlubang, maka bobot tubuhnya tak akan besar sehingga bisa berjalan dan beraktivitas secara mudah.

Setelah tahu alasan mengapa hewan purba berukuran besar ini, maka jangan heran jika ukurannya jauh lebih besar daripada hewan yang hidup di zaman sekarang.

Konsentrasi CO2

Perlu untuk anda ketahui, konsentrasi CO2 yang ada di atmosfer ternyata berpengaruh terhadap ukuran organisme. Kadar CO2 di zaman prasejarah sendiri terbilang sangat tinggi dibanding zaman modern.

Dengan kadar CO2 yang tinggi, maka laju fotosintesis bisa meningkat sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tumbuhan.

Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi hewan herbivora. Di lain sisi, hewan karnivora juga diuntungkan karena mangsanya besar.

Kondisi Gigantisme

Kondisi gigantisme yang dimiliki oleh hewan purba yang berdarah dingin ternyata bisa mempengaruhi ukurannya. Terkait alasan mengapa hewan purba berukuran besar ini, para ahli paleontologi sudah mempelajari dinosaurus herbivora raksasa. Sebut saja hadrosaurus dan sauropoda.

Apabila sauropoda berevolusi menjadi raksasa, hal tersebut diyakini akan menyebabkan homeothermy. Dimana homeothermy adalah kemampuan untuk menjaga suhu tubuh dari pengaruh lingkungannya.

Kemampuan yang satu ini dilakukan dengan pemanasan di siang hari, kemudian mendinginkannya di malam hari secara perlahan.

Perbedaan Strategi Reproduksi

Perbedaan strategi reproduksi juga menjadi alasan kenapa hewan purba bisa berukuran raksasa. Jika pada mamalia modern, mamalia betina akan menanggung beban energi untuknya dan janin di dalam kandungan.

Hal ini ternyata akan membatasi pertumbuhan, baik itu induk maupun anaknya. Kebutuhan energi induk akan berkurang karena disalurkan ke janin.

Disamping itu, asupan nutrisi induk yang terbatas juga tak memungkinkan untuk membantu pertumbuhan janin. Lain halnya dengan hewan purba yang pengeluaran energinya hanya saat ovulasi dan fertilisasi saja.

Dengan memahami beberapa alasan di atas, kini anda tak perlu bingung lagi soal mengapa hewan purba berukuran besar. Anda sudah temukan jawabannya. (R10/HR-Online)