Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariMeski Kondisi Fisiknya Terbatas, Durahman PPDI Ciamis Ulet dan Punya Motivasi Tinggi

Meski Kondisi Fisiknya Terbatas, Durahman PPDI Ciamis Ulet dan Punya Motivasi Tinggi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Penyandang tuna daksa ini bernama Durahman atau kerap disapa akrab Durahman PPDI. PPDI bukanlah sebuah gelar akademis, melainkan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia.

Sejak dilahirkan pada 05 April 1971, pria asal Dusun Cimentek, RT 05 RW 01, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis ini mengalami kelainan.

Ia terlahir dengan tidak mempunyai sebelah telapak kaki. Seiring berjalannya waktu hingga usia terus beranjak dewasa, Durahman tetap semangat untuk menjalani hidup. Bahkan ia pun bertekad ingin bisa seperti orang normal pada umumnya.

Keterbatasan fisik tak membuat pria 41 tahun ini putus asa dalam menjalani kehidupan di dunia. Bahkan dari keterbatasan fisik ini, dirinya mempunyai kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang berpostur normal.

Durahman memiliki kemampuan memperbaiki elektronik, mesin sepeda motor hingga pengawinan (stek) pohon. Hal itu semuanya ia dapatkan tanpa guru alias otodidak.

“Alhamdulillah, meski saya dilahirkan dalam kekurangan, namun saya tetap semangat untuk hidup. Dan saya pun gak mau menjadi beban bagi orang tua. Maka dari itu, saya terus belajar secara otodidak,” katanya.

Kepada Koran HR, Durahman mengaku bersyukur bisa membuat atau memperbaiki elektronik. Seperti halnya Radio serta membuat pesawat radio FM. Selain itu, ia juga bisa memperbaiki permesinan yang semuanya itu didapatkan secara alami.

Selain mampu memperbaiki elektronik dan mesin, sehari-hari Durahman juga mempunyai hobi bercocok tanam serta budidaya ikan.

“Saya punya hobi bercocok tanam. Dalam hal ini tanaman bunga dan bonsai. Alhamdulillah dari mengurus bonsai ini bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Saya juga punya kegiatan budidaya ikan lele,” katanya.

Menurut Durahman, untuk kegiatan budidaya lele ini tidak ia lakukan seorang diri. Namun ia mengajak teman-teman dari PPDI ikut terlibat di dalam kegiatan tersebut.

Berharap Pemerintah Bantu Penyandang Disabilitas

Durahman saat ini dikenal orang bukan hanya dari keuletan dirinya terhadap budidaya lele dan tanaman bonsai. Namun, ia juga merupakan koordinator PPDI wilayah Kecamatan Banjarsari dan Banjaranyar.

Dalam perkumpulan ini, Durahman ditunjuk sebagai ketua dengan anggota lebih dari 300 orang penyandang disabilitas.

“Selama saya menjadi Ketua PPDI, saya mempunyai anggota penyandang disabilitas sekitar 300 orang yang terdiri dari tuna daksa, tuna rungu, tuna wicara serta penyandang cacat lainnya,” katanya.

Menurut Durahman, pihaknya berharap ada pengakuan serta bantuan permodalan dari pemerintah bagi para disabilitas. Menurut dia, selama ini pihaknya belum pernah mendapatkan bantuan permodalan apapun, termasuk pendidikan khusus keahlian bagi penyandang disabilitas.

“Para penyandang disabilitas sebenarnya bukan tidak punya kemampuan. Namun kami tidak ada dukungan serius dari pemerintah. Coba saja jika pemerintah memberikan bantuan, misalkan bantuan permodalan, agar kami bisa hidup seperti halnya orang lain. Kami juga manusia yang butuh perhatian serta dukungan,” terangnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Koran HR di lapangan, Durahman saat ini tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya di sebuah rumah yang sangat sederhana. Rumah yang ia tinggali saat ini adalah sebuah rumah peninggalan dari orang tuanya yang terbuat dari bilik bambu. Bahkan kini rumahnya sudah lapuk dan butuh renovasi.

Meski hidup dalam kesederhanaan, pria tuna daksa ini begitu antusias dan memiliki semangat yang luar biasa. Ia banyak ikut terlibat dalam setiap kegiatan sosial yang diadakan oleh beberapa organisasi kemasyarakatan. Ia pun tak minder dengan kondisi fisiknya. Bahkan selalu menjadi garda terdepan dalam setiap kegiatan. (Suherman/Koran HR)

- Advertisment -