Misteri Jenglot Peninggalan Bupati Galuh Ciamis yang Berambut Lebat dan Berkuku Panjang

jenglot
Jenglot atau bata karang yang masih disimpan rapi di sebuah lemari di Museum Galuh yang berada di Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Terdapat pemandangan yang menyeramkan apabila berkunjung ke Museum Galuh yang berada di Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pemandangan menyeramkan itu ketika melihat jenglot atau batara karang yang masih disimpan rapi di sebuah lemari.

Sepeti diketahui, Jenglot atau batara karang selalu identik dengan hal yang berbau mistis. Sebagian orang masih mempercayai bahwa batara karang memiliki kekuatan gaib dan doyan memakan darah manusia. Orang yang percaya juga meyakini bahwa sosok mungil yang bertubuh manusia ini bisa membawa keberuntungan atau justru malah bisa mengundang malapetaka. 

Namun, mengenai Jenglot hingga kini masih menjadi perdebatan dan misteri. Karena sebagian orang menduga bahwa batara karang bukanlah sesosok mahluk, tetapi hanyalah ciptaan manusia yang digunakan untuk media sihir ilmu hitam.

Terlepas dari perbedatan tersebut, Jenglot yang berada di Museum Galuh memang tampak menyeramkan. Batara karang tersebut terlihat berambut hitam lebat dan tampak pada kedua tangannya memiliki kuku panjang serta terdapat taring pada mulutnya.

Karena memiliki taring inilah yang membuat batara karang tersebut terlihat menyeramkan serta memancarkan aura mistis. Taring itupun mengesankan sesosok mahluk buas yang doyan menghisap darah layaknya derakula.

Saat berkunjung ke Museum Galuh, belum lama ini, salah seorang pengelola, Rd Ilham Purwa, mengaku tidak mengetahui persis asal mula atau sejarah Jenglot tersebut. Menurutnya, batara karang itu sudah lama tersimpan di museum dan merupakan titipan dari salah satu keturunan Bupati Galuh.

“Yang saya tahu ini titipan dari salah satu keluarga keturunan Bupati Galuh. Namun mengenai sejarah Jenglot ini seperti apa, saya kurang tahu persis,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut Ilham, batara karang tersebut diprediksi sudah berusia puluhan atau bahkan ratusan tahun. Batara karang itu pun merupakan warisan dari Bupati Galuh kepada keturunannya.

“Dititipkan di museum ini karena memiliki sejarah Kegaluhan. Dulu jenglot ini difungsikan saat keadaan perang. Sekarang sudah beda zaman. Jadi jenglot ini disimpan di museum sebagai bukti sejarah masa lalu,” ungkapnya.

Ilham mengatakan tidak sedikit pengunjung yang datang ke Museum Galuh hanya sekedar untuk melihat jenglot tersebut. Konon, kata dia, menurut para pengunjung, apabila batara karang tersebut ditatap dengan waktu yang cukup lama, akan terlihat seperti hidup.

“Memang dulu pernah ada kejadian aneh terkait Jenglot ini ketika posisinya berpindah ke tempat lain. Padahal tidak ada orang yang memindahkannya,” ujarnya.

Di Meseum Galuh, kata Ilham, banyak terdapat koleksi benda peninggalan sejarah Kegaluhan, mulai dari masa kerajaan sampai era pemerintahan zaman Belanda. Menurutnya, benda-benda sejarah tersebut sangat perlu dilestarikan agar generasi mudah dapat mengetahuinya.

“Mengetahui sejarah nenek moyang sama dengan mencari tahu tentang jati diri kita. Jadi, sejarah kegaluhan ini perlu diketuhui oleh genarasi muda di Ciamis. Dengan begitu kami berharap museum Galuh ini bisa ditetapkan sebagai destinasi wisata edukasi sejarah,” pungkasnya. (Fahmi2/R2/HR-Online)

Loading...