Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita CiamisPasar Tradisional Bangbayang Ciamis Perlu Direvitalisasi

Pasar Tradisional Bangbayang Ciamis Perlu Direvitalisasi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pasar Tradisional Bangbayang yang berada di Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, memprihatinkan. Kondisinya terlihat kumuh sehingga tidak sedap dipandang mata.

Untuk menarik minat para pembeli, warga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis menyiapkan program revitalisasi pasar tradisonal tersebut.

Warman, warga sekitar, kepada Koran HR, Selasa (21/01/2020), mengatakan, untuk menarik kembali agar konsumen berbelanja ke pasar tradisional, mau tidak mau harus ada revitalisasi.

Sebab, kata Warman, masyarakat saat ini, prilaku maupun gaya hidupnya sudah berubah. Masyarakat akan merasa malas untuk berbelanja di pasar yang kondisinya kumuh.

“Sehingga ujung-ujungnya memilih tempat belanja yang dianggap nyaman dengan fasilitas dan barang yang tersedia lebih komplit,” katanya.

Menurut Warman, ramainya pasar desa atau pasar tradisional akan memberikan peluang dan kesempatan untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Untuk itu, dalam hal ini perlu adanya keterlibatan pihak pemerintah,” katanya.

Usih, pengunjung pasar, Selasa (21/01/2020), mengatakan, akhir-akhir ini fungsi pasar desa atau pasar tradisional yang berada di Desa Bangbayang semakin berkurang.

Untuk menjaga eksistensinya, kata Usih, memang perlu ada program perbaikan atau revitalisasi pasar. Karena kalau pasar terlihat kumuh dan barang dagangan tidak komplit, para pembeli menjadi enggan datang.

“Dengan adanya revitalisasi pasar, dapat dipastikan keberlangsungan pasar akan tetap kuat, tidak kalah saing dengan toko-toko modern,” katanya.

Tujuan dari revitalisasi pasar itu sendiri tidak lain untuk menarik konsumen dan  untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhannya. Agar tidak kalah bersaing dengan toko-toko modern, perbaikan pasar mutlak diperlukan.

Pantauan HR di lapangan, dari yang awalnya ada ratusan kios, tinggal beberapa kios saja yang masih aktif. Sebagian kios sudah ambruk akibat ditinggal penghuninya.

Sebagian lagi sudah beralih fungsi dijadikan tempat tinggal. Kondisi pasar tidak terawat dan keadaannya sudah kumuh. Terlebih, di sekeliling pasar tumbuh semak belukar. (Dji/Koran HR)

- Advertisment -