Pasca Banjir Bandang, Wisata Cadas Ngampar Ciamis Dipadati Pengunjung

Pasca Banjir Bandang, Wisata Cadas Ngampar Ciamis Dipadati Pengunjung
Objek wisata Cadas Ngampar, sungai Cileueur Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dipadati pengunjung. Foto: Instagram caddasngamparofficial

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pasca bencana banjir bandang yang melanda objek wisata Cadas Ngampar, sungai Cileueur, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, para pengunjung objek wisata tersebut mulai berdatangan Minggu (19/1/2020).

Kepala Seksi Pelayanan Desa Gunungsari, Yedi, mengakui, jika objek wisata Cadas Ngampar tetap buka pasca bencana banjir bandang yang sempat viral di media sosial tersebut.

Kejadian banjir bandang kata dia, terjadi Jumat (17/1/2020), sekitar pukul 17.30 WIB. Malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB air sudah surut.

“Pagi harinya air sudah jernih kembali, dan objek wisata Cadas Ngampar sudah langsung buka hari Sabtu (18/1/2020),”  ujar Yedi, kepada HR Online Senin (20/1/2020).

Meski diterjang banjir bandang, lanjut Yedi, lokasi wisata Cadas Ngampar tidak terdampak begitu besar.

“Yang terdampak hanya areal sawah dan kolam ikan milik warga, kalau sungainya sudah kembali jernih dan pengunjung juga sudah banyak yang berenang dan bermain river tubing,” ungkapnya.

Yedi menambahkan, para pengelola wisata Cadas Ngampar, akan selalu mewaspadai ancaman banjir bandang.

Jika terjadi hujan deras di lokasi wisata ataupun di atas Gunung Sawal, pengelola akan langsung mengimbau pengunjung untuk segera meninggalkan lokasi wisata. “Hal tersebut dilakukan demi keselamatan para pengunjung,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung wisata Cadas Ngampar, Heru (30), mengaku sengaja datang ke wisata Cadas Ngampar karena penasaran.

“Saya lihat di media sosial, objek wisata ini diterjang banjir bandang,namun pas kesini sudah jernih dan elok kembali,” ujarnya.

Dia pun mengakui, wisata Cadas Ngampar rekomended untuk wisata keluarga. Selain pemandangan yang indah, lokasi wisata ini juga sangat cocok untuk makan bersama atau botram.

“Saya liat airnya jernih sekali dan aliran sungainya tidak deras, sehingga banyak yang sengaja berenang,” kata Heru. (Jujang/R8/HR Online)

Loading...