Penderita Gangguan Jiwa di Saguling Ciamis Dirawat Warga Sampai Dibuatkan Rumah

penderita gangguang jiwa
Pemerintah Kecamatan Baregbeg saat meninjau rumah Ikin dan Ibunya, Karmilah. Keduanya merupakan penderita gaangguan jiwa yang dirawat oleh warga. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Kepedulian warga Dusun Saguling Kolot, RT 03, RW 06, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, cukup tinggi. Hal ini terbukti saat warga merawat Ikin Jabir (26), seorang penderita gangguan jiwa.

Ikin bahkan dibuatkan rumah, sayangnya Ikin meninggal dunia setelah dirawat bersama-sama oleh tetangga di lingkungannya.

“Baru-baru ini di Dusun Saguling Kolot, sedang membangun rumah dan memberikan pertolongan kesehatan untuk  kelurga Ikin Jabir,” terang Otong, Kepala Desa Saguling kepada HR Online, Selasa (21/01/2020).

Otong menjelaskan, Ikin merupakan salah satu warganya yang menderita gangguan jiwa. Ikin dirawat oleh semua warga di lingkungannya. Urusan makan dan berobat Ikin selalu dilakukan bersama-sama oleh warga secara sukarela.

“Sikap gotong royong ini memang selalu dilakukan warga kami, karena rasa kepedulian terhadap sesama sangat tinggi,” jelasnya.

otong mengungkapkan, Ikin merupakan anak dari Karmilah (60). Ibu kandung Ikin ini juga menderita gangguan jiwa.  Warga yang merasa prihatin kemudian memberikan bantuan secara ikhlas kepada keluarga tersebut.

“Sesuai dengan keterangan warga  penyakit yang diderita Ikin muncul ketika dirinya pulang merantau. Warga merasa kasihan kepada keluarga itu, hingga membentuk panitia kecil untuk memberikan pertolongan khusus,  mengingat ibunyapun menderita penyakit yang sama,” papar Otong.

Rumah yang Dibangun Warga untuk Ibu Ikin

Sementara Adang,  Ketua RT 03, Dusun Saguling Kolot membenarkan, semua warganya memberikan perhatian lebih kepada keluarga Ikin.

Menurut dia,  kekeluargaan sangat kental di lingkungan Dusun Saguling Kolot, karena itu tak heran jika ada warga yang kesulitan selalu ditolong dengan sukarela.

“Dari mulai makan dan memandikan Ikin, tetangga selalu bergantian. Mengingat  bahwa ibunyapun mempunyai penyakit yang sama,” katanya.

Diceritakan Adang, Ikin menghembuskan nafas terakhirnya,  Minggu, 19 Januari 2020 lalu. Warga bersama perangkat desa sempat membawa Ikin berobat.

“Meninggalnya Ikin setelah dibawa berobat, pada saat itu  kondisinya memang sudah sehat, akan tetapi Allah berkehendak lain,” katanya.

Adang mengungkapkan, perjuangan warga untuk membantu penderita gangguan jiwa tersebut bukan hanya sebatas pengobatan.

“Pada saat ini kami sedang membenarkan rumah yang nantinya akan dihuni oleh ibunya Ikin, yaitu Karmilah. Semoga nantinya pertolongan dan kebaikan warga Saguling Kolot dibalas oleh Allah SWT,”  pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online)

Loading...