Minggu, Januari 23, 2022
BerandaBerita TerbaruPenemuan Ilmiah di Bidang Sains yang Mencuri Perhatian Dunia di 2019

Penemuan Ilmiah di Bidang Sains yang Mencuri Perhatian Dunia di 2019

Sepanjang tahun 2019 ini ada sejumlah penemuan ilmiah di bidang sains yang sangat mencuri perhatian dunia. Jadi sorotan dunia karena hasil penelitiannya sangat bermanfaat untuk generasi mendatang.

Bukan hanya itu saja, penemuan ilmiah ini bisa mendunia karena sebelumnya cukup sulit dianalisis. Mau tahu apa saja penemuan ilmiah tersebut? Anda bisa simak ulasan berikut.

Penemuan Ilmiah di Bidang Sains

Pada kesempatan kali ini, kami akan bagikan beberapa penemuan ilmiah yang menarik untuk anda ketahui. Pastikan anda menyimaknya sampai selesai.

Bumi Kian Hijau

Penemuan ilmiah di bidang sains yang cukup mengagetkan di tahun 2019 ini yaitu planet Bumi yang diketahui kian hijau. Padahal kita tahu bahwa Bumi mulanya didominasi warna biru.

Hal ini sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak 1980-an. Dimana citra satelit tersebut sudah menunjukkan bahwa tingkat hutan rindang di dunia mengalami peningkatan.

Bahkan peningkatannya bisa mencapai 2,3 persen per dekade. Disamping itu, terkait alasan Bumi yang kian hijau ini, semuanya dijelaskan dalam jurnal Nature Sustainability yang diterbitkan pada 11 Februari.

Adapun alasan utama yang menyebabkan Bumi menghijau yaitu efek pembuahan. Dimana hal tersebut disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil yang dilakukan manusia.

Saat kandungan karbon dioksida di atmosfer mengalami peningkatan, maka zat ini akan menciptakan fotosintesis. Proses ini nantinya bisa menumbuhkan daun baru.

Dari data satelit terbaru, terungkap fakta bahwa sepertiga area di Bumi ditumbuhi oleh tanaman hijau, sementara 5% diantaranya tampak berwarna coklat.

Terkait data tersebut, Tiongkok dan India mempunyai kontribusi paling besar. Tak mengherankan karena Tiongkok sendiri menerapkan program skala besar dalam memulihkan tanah hutannya.

Gempa di Mars

Selain penampakan Bumi yang kian menghijau, penemuan gempa di Mars juga cukup mencuri perhatian dunia. Penemuan ilmiah di bidang sains ini sendiri pertama kali diabadikan oleh wahana pendarat InSight NASA pada 6 April.

Wahana milik NASA ini merekam tremor lemah yang berasal dari bagian dalam planet Mars. Perekaman ini dilakukan oleh instrumen yang dinamakan Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS).

SEIS sendiri adalah instrumen yang bentuknya kubah kecil. Instrumen ini diletakkan di bagian atas planet Merah. Setidaknya sudah ada 100 peristiwa seismik lebih yang berhasil direkamnya.

Dari sejumlah peristiwa seismik tersebut, 21 diantaranya diperkirakan berupa gempa. Dengan tertangkapnya fenomena ini, ilmuwan berharap bisa mengenal lebih dalam planet Mars.

Bumi Sembunyikan Gunung di Mantelnya

Penemuan ilmiah di bidang sains lainnya yang tak kalah menarik untuk dibahas yaitu planet Bumi yang menyembunyikan deretan gunung di mantelnya.

Seperti yang kita semua tahu, mantel Bumi menyimpan batuan padat yang melimpah. Namun tahukah anda bahwa di setiap lapisan Bumi ternyata juga ada anatomi yang lebih detail.

Mantel Bumi terbagi menjadi bagian atas dan bawah. Wilayah ini dikenal dengan zona transisi. Dimana bagian terdalamnya mempunyai area batas hingga 660 km.

Dalam jurnal Science pada 14 Februari, diketahui bahwa batas tersebut menyimpan banyak gunung sesuai dengan penjelasan ahli geologi.

Menariknya, pegunungan ini berbeda jauh dengan gunung yang biasa ditemukan di permukaan. Gunung di mantel Bumi tampak lebih terjal. Selain itu, gunung ini juga lebih besar.

Pendaratan di Asteroid Ryugu

Keberhasilan pendaratan ke asteroid Ryugu terbilang jadi sorotan dunia. Penemuan ilmiah di bidang sains ini sendiri dilakukan oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

JAXA telah berhasil mendaratkan Hayabusa-2 di Ryugu pada Februari 2019. Misi yang diemban pesawat ruang angkasa tersebut yaitu mengambil sampel debu dan tanah Ryugu.

Dalam menjalankan misinya, Hayabusa-2 sudah mengirimkan gambar pertamanya. Dari gambar tersebut, peneliti bisa menganalisis benda langit secara rinci.

Selain itu, Hayabusa-2 juga sudah berhasil mengambil tiga sampel tanah. Dimana dua sampel tanah didapat dari permukaan, sementara satunya dari dalam tanah Ryugu.

Dari data yang dikumpulkan Hayabusa-2 tersebut, peneliti bisa mengungkap lebih banyak misteri yang disimpan asteroid Ryugu.

Terkait peluncuran tersebut, Hayabusa-2 dikabarkan akan kembali ke planet Bumi pada 13 November lalu. Wahana ini butuh waktu 3,5 tahun untuk bisa tiba di Ryugu.

Meski begitu, perjalanannya ke Bumi diprediksi akan lebih cepat. Diperkirakan Hayabusa-2 akan tiba pada Desember 2020 mendatang. Penemuan ilmiah di bidang sains ini memang menarik untuk diketahui. (R10/HR-Online)

- Advertisment -