Penyakit yang Sering Menyerang Lovebird dan Perlu Diwaspadai

Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Lovebird
Ilustrasi Lovebird. Foto: Net/Ist

Penyakit yang sering menyerang lovebird memang perlu diwaspadai. Penyakit tersebut apalagi bila sering dan dapat mengancam kehidupan lovebird.

Ada beberapa penyakit yang memang identik dengan burung lovebird. Penyakit tersebut datang dengan sendirinya dan biasanya diikuti beberapa gejala.

Jadi, tidak hanya penyakitnya saja yang perlu diketahui, tetapi gejalanya pula. Dengan begitu, penyakit yang akan muncul bisa segera diatasi.

Penyakit yang Sering Menyerang Lovebird dan Ciri-Cirinya

Ada banyak burung yang memiliki kategori sebagai burung peliharaan. Tidak terkecuali lovebird yang memang sudah lama menjadi burung peliharaan. Lovebird merupakan burung yang cukup terkenal di Indonesia. Mengapa banyak orang menyukai burung ini?

Alasannya cukup beragam, mulai dari tampilan yang menggemaskan hingga senang berkicau. Burung ini memang tergolong jinak, namun perlu diwaspadai.

Meskipun jinak, namun burung ini mampu mematuk jari manusia hingga berdarah. Oleh karena itu, perawatan burung ini harus dilakukan secara hati-hati.

Sama seperti hewan pada umumnya termasuk burung, lovebird juga mengalami sakit. Terkadang burung juga bisa mengalami stres karena dikurung dalam sangkar.

Hal yang bisa membuat penyakit lovebird semakin parah adalah pemilik terlambat menyadarinya. Sebab, penyakit burung lovebird jarang bahkan sulit untuk terdeteksi.

Penyakit yang sering menyerang lovebird tentunya disertai dengan ciri-ciri. Para pemilik bisa menggunakan ciri-ciri tersebut sebagai tengarai bahwa lovebird sedang sakit.

Seperti mata burung yang mengeluarkan cairan diikuti dengan ingus dari hidung. Ciri yang selanjutnya adalah sayap dan bulu lovebird yang berubah menjadi kusut daripada sebelumnya.

Ciri selanjutnya adalah lovebird mencabuti bulunya sendiri. Hal ini juga menjadi pertanda bahwa burung sedang stres.

Beberapa ciri diatas bisa digunakan sebagai tengarai apakah burung sakit atau tidak. Apabila sudah muncul beberapa ciri diatas, maka pemilik harus memeriksa keadaan burung.

Deretan Penyakit yang Sering Menyerang Lovebird

Berikut ini beberapa penyakit yang sering terjadi pada lovebird.

1. Infeksi Giardia atau Protozoa

Salah satu penyakit yang bisa bahkan sering menyerang lovebird adalah Giardia. Penyakit ini muncul dalam bentuk infeksi sejenis protozoa atau yang dikenal dengan parasit.

Penyakit ini akan menyerang usus lovebird. Dampaknya adalah sistem kekebalan tubuh lovebird menjadi turun.

Kemudian lovebird mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi. Karena parasit akan mengganggu penyerapan vitamin dalam usus.

Apabila tidak segera ditangani, maka lovebird akan rentan dengan penyakit. Hal tersebut juga dapat menular ke burung lainnya.

2. Virus Polioma

Penyakit yang sering menyerang lovebird yang selanjutnya adalah sebuah virus. Virus ini dikenal dengan Polioma. Virus ini juga masuk dalam kategori infeksi yang mematikan.

Virus ini menyerang organ tubuh lovebird yang masih muda. Kurang lebih sekitar umur 14 sampai 56 hari. Dapat dikatakan bahwa virus ini jarang menyerang lovebird dewasa.

Beberapa ciri yang sering diperlihatkan ketika lovebird terkena polioma adalah muntah dan lesu. Bahkan lovebird juga kehilangan selera makan hingga akhirnya dehidrasi.

Dampak yang paling parah adalah kelumpuhan pada burung. Untuk menghindari hal ini, maka pemilik harus rutin membersihkan sangkar. Kemudian menggunakan obat sejenis disinfektan.

3. PBFD

Penyakit yang selanjutnya masih berkaitan dengan virus. PBFD merupakan penyakit yang berdampak pada sel pembentuk bulu dan paruh.

Psittacine Beak and Feather Disease ini juga menyerang imun tubuh pada burung. Lalu berdampak lagi pada kerentanan burung pada penyakit lain.

Agar tidak menyebar luas, maka lovebird harus segera divaksin. Paling tidak pisahkan burung yang terinfeksi dengan lovebird yang masih sehat.

4. Bertelur Lebih Banyak dari yang Seharusnya

Bertelur kronis juga merupakan penyakit yang sering menyerang lovebird. Penyakit ini memang sering terjadi bahkan hingga berlebihan.

Meskipun bertelur banyak, namun hal tersebut harus diwaspadai. Karena bisa jadi burung tersebut sedang sakit. Lovebird yang bertelur banyak mengakibatkan burung kekurangan kalsium. Sehingga situasi ini harus segera diatasi.

Pemilik harus memastikan bahwa lovebird betina bisa bertahan hidup. Cara yang tepat untuk mengatasinya adalah menggunakan makanan penambah kalsium. Hal ini akan membuat kalsium lovebird terpenuhi.

Beberapa penyakit pada lovebird seperti diatas perlu diatasi. Sebab, penyakit yang sering menyerang lovebird memiliki kategori mematikan. Apalagi kebanyakan adalah virus. (R10/HR-Online)

Loading...