Minggu, Januari 23, 2022
BerandaBerita TerbaruPenyebab Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diidap Mendiang Ria Irawan

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening yang Diidap Mendiang Ria Irawan

Penyebab kanker kelenjar getah bening seperti yang diidap mendiang aktris senior Ria Irawan penting untuk kita ketahui, termasuk dengan pencegahannya. Karena, ada beberapa faktor penyebab kanker kelenjar getah bening yang harus diwaspadai.

Dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (07/01/2020), kanker kelenjar getah bening menyerang sistem limfatik, yakni bagian kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi. Biasanya banyak ditemukan di bagian tubuh seperti di ketiak, leher, dan di selangkangan.

Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening

Setelah lepas diri dari tumor awal, sel-sel kanker bisa berjalan melalui sistem getah bening dan membawanya ke kelenjar getah bening. 

Kanker yang muncul pada kelenjar getah bening merupakan indikator bagaimana kanker itu menyebar.

Sebelum berubah menjadi kanker, kamu harus tahu apa saja yang menjadi penyebab bengkaknya kelenjar getah bening, termasuk penyebab terjadinya kanker kelenjar getah bening.

Radang Tenggorokan

Perlu diketahui bahwa radang tenggorokan bisa menyebabkan peradangan, bahkan membengkaknya kelenjar limfa di area leher.

Penyakit ini bisa disebut sebagai penyakit umum lantaran dapat dialami siapa saja, dan penyebabnya pun beragam, bisa dari alergi, infeksi virus, infeksi bakteri, amandel bengkak, atau cedera tertentu di bagian tenggorokan.

Infeksi Gusi dan Gigi

Kelenjar getah bening bengkak juga bisa disebabkan adanya infeksi pada gusi dan gigi. Infeksi ini biasanya disebabkan adanya penumpukan nanah akibat bakteri. Ketika gusi atau gigi terinfeksi, kelenjar getah bening pun akan membengkak.

Infeksi Virus dan Bakteri

Banyak sekali jenis virus maupun bakteri yang bisa menyerang tubuh. Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus penyakit kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.

Saat terjadi pembengkakan sudah bisa terlihat bagian tubuh yang telah terinfeksi, dan ini menjadi salah satu penyebab kanker kelenjar getah bening.

Infeksi Telinga

Membengkaknya kelenjar getah bening bisa juga diakibatkan oleh infeksi telinga. Pada umumnya kasus ini terjadi akibat infeksi saluran pernapasan di bagian atas, atau alergi.

Apabila bengkaknya terjadi di area kepala dan leher, bisa jadi bengkaknya kelenjar getah bening akibat infeksi telinga.

Pembengkakan

Jangan disepelekan saat kelenjar getah bening membengkak karena bisa jadi itu awal pertanda kanker kelenjar getah bening.

Tapi jangan panik, kanker tersebut dapat diatasi bila kondisinya masih stadium awal. Meski begitu, jangan pernah menyepelekan gejala penyakit apapun yang ada dalam tubuh kamu.

Gejala

Penyakit mematikan ini diawali dengan munculnya beberapa gejala, seperti membengkaknya kelenjar getah bening di ketiak, leher dan pangkal paha.

Pembengkakan tersebut dimulai dengan berat badan turun drastis, rasa lelah secara terus-menerus, sesak napas dan batuk-batuk, demam tanpa sebab, gatal-gatal, dan berkeringat saat malam hari.

Penderita seringkali tidak menunjukkan gejala yang khas adanya kanker kelenjar getah bening. Namun, secara umum ciri-ciri kanker tersebut yaitu ada semacam pembengkakan atau benjolan getah bening di leher.

Karena tidak ada keluhan membuat banyak pasien berobat saat sudah masuk pada stadium lanjut. Kalau sudah seperti itu, sel kanker telah menyebar sehingga sulit untuk diangkat melalui operasi.

Letak Kelenjar Getah Bening

Di dalam tubuh terdapat banyak kelenjar getah bening, jumlahnya sekitar 600 kelenjar. Meski jumlahnya banyak sekali, tapi yang bisa diraba hanya ada beberapa saja dengan ukuran yang berbeda-beda.

Letak kelenjar getah bening yang dapat diraba diantaranya di belakang daun telinga, di leher, bagian bawah rahang, pangkal paha, dan ketiak.

Cara Mencegahnya

Hindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko terkena infeksi hepatitis C dan HIV/AIDS, yang mana keduanya sama-sama melemahkan kekebalan tubuh.

Selain itu, hindari paparan radiasi, konsumsi selalu makanan sehat dan tetap pertahankan berat badan normal, dan hindari implan payudara. (Eva/R3/HR-Online)

- Advertisment -