Polisi Beberkan Rekaman CCTV KDRT Anggota DPRD Ciamis

Kasus KDRT anggota DPRD Ciamis
Kamera CCTV. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus KDRT anggota DPRD Ciamis terus bergulir. Penyidik dari Satreskrim Polres Ciamis bahkan sudah memeriksa rekaman CCTV yang berada di rumah anggota DPRD Ciamis berinisial S.

Sebelumnya, istri S melaporkan suaminya lantaran melakukan penganiayaan. Namun S juga tak tinggal diam, tak berselang lama ia pun melaporkan balik istrinya dengan tuduhan yang sama, yakni KDRT.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Risqi Akbar, menyebut dalam rekaman CCTV terlihat keduanya saling serang.

“Rekaman kamera CCTV memperlihatkan, kedua belah pihak, baik suami maupun istri itu saling serang,” ungkap Ajun, Kamis (16/1/2020).

Menurut Risqi, pasangan suami istri tersebut bahkan sudah divisum. Dari hasil visum diketahui, bekas luka bukan hanya ada pada tubuh istri, namun di tubuh sang suami pun terdapat tanda-tanda kekerasan.

“Kedua pasangan suami istri sudah memberikan keterangannya kepada penyidik. Kami sudah melakukan gelar perkara untuk kasus KDRT ini,” jelas Ajun.

Kasus KDRT anggota DPRD Ciamis dinaikkan ke tahap penyidikan sesuai dengan kesepakatan suami istri yang bersangkutan.

“Kalau untuk penetapan tersangka, kita belum ada. Kami masih fokus memeriksa para saksi,” lanjutnya.

Namun, Ajun mengatakan pasal yang diterapkan adalah pasal terkait KDRT. “Keduanya diketahui sedang dalam proses cerai, berarti masih dalam ruang lingkup pernikahan, jadi pasal yang dikenakan pasal KDRT, bukan pasal penganiayaan biasa,” terang Ajun.

Keduanya diketahui belum melakukan upaya islah. Pasangan suami istri itu sepakat menyerahkan segala proses hukum ke pihak Kepolisian.

Sementara pemberitaan sebelumnya, Syaeful Akbar, SH., kuasa hukum S, mengatakan kasus KDRT yang menimpa kliennya saat ini masih ditangani Polres Ciamis. Syaeful menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Ciamis.

Berita Terkait: Oknum Anggota DPRD Ciamis Dilaporkan Istri Lantaran KDRT

“Adapun nantinya siapa yang terbukti bersalah dan menjadi tersangka, itu ada ranahnya di pihak kepolisian, kami mempercayai itu sepenuhnya. Terkait bukti-bukti klien kami pun sudah diserahkan,” pungkas Syaeful. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...