Rencana WhatsApp Berbayar Batal Diberlakukan Tahun Ini

Rencana WhatsApp berbayar yang sebelumnya akan diberlakukan pada tahun 2020 ini kabarnya dibatalkan.
Rencana WhatsApp berbayar yang sebelumnya akan diberlakukan pada tahun 2020 ini kabarnya dibatalkan. Photo: Ilustrasi.

Rencana WhatsApp berbayar yang sebelumnya akan diberlakukan pada tahun 2020 ini kabarnya dibatalkan. Kabar mengenai rencana WhatsApp berbayar batal diterapkan tahun ini cukup mengejutkan.

Salah satu sumber dari pihak Facebook mengatakan, tim yang punya tanggung jawab untuk merealisasikan ide tersebut dibubarkan oleh Facebook. Bahkan, kabarnya hasil kerja tim juga sudah dihapus dari kode aplikasi WhatsApp.

Dirangkum dari berbagai sumber, Jum’at (17/01/2020), rencana WhatsApp berbayar batal diberlakukan tahun ini cukup mengejutkan. Pasalnya, iklan dalam aplikasi WhatsApp rencananya akan mulai digulirkan tahun 2020 ini.

Bahkan, saat event Facebook Marketing Summit di Berlin yang digelar tahun 2019 lalu, Facebook pun telah memamerkan wujud iklan yang bakal muncul di status WhatsApp.

Tak Sepenuhnya Rencana WhatsApp Berbayar Batal

Namun, belum diketahui pasti alasan Facebook membatalkan rencana tersebut. Menurut perwakilan WhatsApp, rencana itu tidak sepenuhnya dibatalkan.

Pemasangan iklan dalam layanan pesan instan WhatsApp masih jadi rencana jangka panjang, dan belum tahu kapan akan diwujudkannya.

Facebook saat ini mash fokus dalam pengembangan fitur yang bisa memudahkan komunikasi antara konsumen dengan pebisnis melalui aplikasi WhatsApp Business.

Termasuk juga pengembangan layanan WhatsApp Payment yang hingga saat ini masih terkendala regulasi dalam uji cobanya di India.

Kabarnya layanan WhatsApp Payment ini juga bakal hadir di Indonesia, meskipun belum menemui titik terang.

Pendiri WhatsApp Mundur dari Facebook

Jauh sebelum rencana WhatsApp berbayar batal digulirkan tahun tahun, beberapa tahun sebelumnya sudah terdengar mengenai rencana pemasangan iklan pada layanan pesan instan WhatsApp.

Konon, rencana tersebut lah yang membuat Brian Acton, pendiri WhatsApp, mundur dari Facebook Inc pada bulan September 2017 lalu. Tak lama berselang kemudian rekannya yang bernama Jan Koum juga mengundurkan diri di bulan Mei 2018.

Seperti telah diketahui bahwa aplikasi WhatsApp diakuisisi Facebook sejak tahun 2014, dengan nilai akuisisi mencapai 22 miliar dollar AS.

Layanan WhatsApp Berbayar

Rencana WhatsApp berbayar batal diberlakukan tahun ini, tapi sebelumnya WhatsApp yang merupakan aplikasi pesan instan milik Facebook sejak 2014 silam itu bakal mengharuskan penggunanya untuk membayar Rp 14 ribu atau US$ 1 per tahunnya.

Bahkan, WhatsApp sendiri sudah merencanakan meraup keuntungan dari pemberlakukan iklan tersebut.

Facebook sebagai induk perusahaan WhatsApp juga telah mengonfirmasi mengenai aturannya di tahun 2020, walaupun belum dijelaskan secara detai mengenai waktu tepatnya.

Iklan WhatsApp Masih Polemik

Rencana WhatsApp berbayar yang akan disematkan dalam aplikasi WhatsApp itu ternyata sudah diketahui dari pendirinya langsung, yaitu Brian Acton dan Jun Koum.

Keduanya pun akhirnya memutuskan keluar dari perusahaan WhatsApp yang didirikannya, sebab mereka tidak setuju dengan keputusan soal iklan maupun WhatsApp berbayar pada aplikasi yang telah dikembangkan oleh mereka itu.

Namun, meski dua pendiri WhatsApp tersebut keluar, Mark Zuckerberg, sebagai pemilik Facebook tetap bersikukuh untuk menghadirkan iklan dalam aplikasi WhatsApp tahun ini.

Telegram jadi Kompetitor WhatsApp

Sebelum rencana WhatsApp berbayar batal diberlakukan tahun ini, memang aplikasi tersebut dulunya diciptakan untuk di-download secara gratis.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, aplikasi WhatsApp yang bisa digunakan melalui nomor handphone ini mulai punya kompetitor, seperti Telegram.

Bahkan, Pavel Durov, sebagai pendiri Telegram menyerukan gara pengguna WhatsApp meninggalkan aplikasi layanan pesan instan tersebut dengan alasan keamanan.

Karena menurut Pavel, salah satu perusahaan Israel tengah memata-matai aplikasi WhatsApp melalui spyware yang dibuat oleh mereka. Bahkan, Pavel juga mengungkapkan soal kebocoran data pengguna. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...