Spesies Baru Allosaurus Jimmadseni, Dinosaurus Pemburu yang Ganas

Spesies Baru Allosaurus Jimmadsen
Spesies Baru Allosaurus Jimmadsen. Foto: Istimewa

Spesies baru Allosaurus Jimmadseni merupakan fosil yang ditemukan sekitar 30 tahun yang lalu. Setelah penemuannya, para ilmuwan mulai meneliti dan melakukan analisa. Hingga akhirnya kurang lebih 7 tahun, penelitian tersebut selesai dan membuahkan hasil.

Dari penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa Allosaurus Jimmadseni merupakan spesies baru. Sebab, sebelumnya sudah pernah ditemukan spesies Allosaurus yang lainnya.

Mengenali Spesies Baru Allosaurus Jimmadseni

Dinosaurus merupakan salah satu hewan pemangsa yang pernah hidup di muka Bumi. Hingga akhirnya lenyap sekitar 65 juta tahun yang lalu akibat hujan meteor.

Saat ini yang tersisa adalah penemuan-penemuan fosil yang bisa digunakan sebagai bahan penelitian. Seperti penemuan fosil Dinosaurus pemakan daging yang satu ini. Fosil tersebut diduga adalah spesies Allosaurus yang memiliki umur lebih tua diantara spesies lainnya.

Fosil ini ditemukan di di kawasan Utah, Amerika Serikat sekitar tahun 1990. Sang penemu bernama James H Madsen Jr yang telah meninggal tahun 2009 silam.

Untuk mengenang ahli palaentologi Utah tersebut, maka fosil ini kemudian diberi nama Jimmadseni. Hal ini juga dilakukan untuk menghargai semua kontribusinya dalam bidang palaentologi.

Spesies baru Allosaurus Jimmadseni tersebut ditemukan di bebatuan yang cukup keras. Kemudian diselidiki secara intensif oleh para ilmuwan. Penelitian yang dilakukan cukup lama tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa pernah ada penemuan fosil yang sama di Amerika Serikat. Spesies yang ditemukan pada saat itu adalah Allosaurus Fragilis.

Fosil ini ditemukan sekitar tahun 1877. Jarak waktu penemuan yang cukup lama meskipun berada di kawasan yang sama.

Dengan penemuan fosil Fragilis, maka bisa dikatakan bahwa Jimmadseni adalah spesies baru seutuhnya. Hal ini juga terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan.

TCL

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa Allosaurus Jimmadseni memang berasal dari periode Jurrasic. Dinosaurus ini berevolusi dan pernah melintasi kawasan Amerika Serikat.

Karakteristik Spesies Baru Allosaurus Jimmadseni

Lamanya penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan juga memunculkan beberapa fakta lain. Salah satunya adalah karakteristik tubuh yang dimiliki oleh Allosaurus Jimmadseni ini.

Mulai dari bentuk tubuh hingga perbedaannya dengan Allosaurus Fragilis. Bahkan ada beberapa keunikan yang didapatkan dari penelitian Allosaurus ini.

Sebagai salah satu spesies karnivora, Allosaurus Jimmadseni ini memiliki bobot sekitar 4.000 pon. Kemudian memiliki kaki dengan panjang sekitar 8,8 meter. Ukuran tersebut memang sangat besar dan seukuran dengan Dinosaurus pada umumnya.

Spesies baru Allosaurus Jimmadseni ini dikategorikan sebagai pemburu terbaik. Sebab, memiliki lengan yang panjang, bahkan lebih panjang dari Tyrannosaurus rex.

Lengan inilah yang membuat Allosaurus lebih mudah menangkap mangsa. Setiap lengan memiliki tiga cakar tajam yang berada di ujungnya. Fungsinya untuk memotong dan mencakar mangsanya.

Dua kaki yang dimiliki Jimmadseni juga mampu digunakan untuk berlari cepat. Sehingga sangat mudah untuk mengejar mangsa.

Selain itu, dinosaurus ini memiliki bentuk tubuh yang lebih unik. Salah satunya adalah bagian tengkorak yang berukuran tidak terlalu besar. Wajah yang dimiliki pun rendah, namun cukup panjang. Kemudian memiliki sekitar 80 gigi yang berukuran besar.

Tengkorak kepalanya juga memiliki tanduk yang panjang. Diperkirakan tanduk tersebut digunakan untuk bertarung melawan musuh atau mangsanya.

Perbedaan Jimmadseni dengan Fragilis

Dari analisa para ilmuwan ditemukan perbedaan antara Jimmadseni dengan Fragilis. Spesies baru Allosaurus Jimmadseni memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan Fragilis.

Perbedaan ini sangat jelas terlihat meskipun keduanya berasal dari jenis yang sama. Namun tidak menutup kemungkinan jika keduanya berbeda. Sebab, Jimmadseni merupakan Allosaurus yang berevolusi.

Tengkorak yang dimiliki Fragilis lebih berat dibandingkan dengan tengkorak milik Jimmadseni. Hal ini membuktikan bahwa keduanya juga memiliki perbedaan dalam hal perilaku.

Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari bagian kepalanya. Perlu diketahui bahwa Fragilis memiliki kepala yang lebih besar dan kuat. Sedangkan Jimmadseni memiliki kepala yang lemah. Sehingga Jimmadseni melindungi kepalanya dengan tanduk.

Bahkan penglihatan Jimmadseni jauh lebih buruk dibandingkan dengan Fragilis. Hal ini membuat Jimmadseni lebih sulit untuk menangkap mangsanya.

Penelitian ini kemudian ditulis oleh Daniel Chure yang juga ikut menganalisa fosil ini. Temuan takson Dinosaurus genus Allosaurus ini merupakan temuan yang mengesankan.

Spesies baru Allosaurus Jimmadseni ini memberikan pengetahuan baru mengenai dunia palaentologi. Bahkan  penemuan ini juga memberikan informasi baru mengenai zaman jurassic. (R10/HR-Online)

Loading...