Tariptip, Kerang Langka di Pangandaran, Bergizi Tinggi dan Bisa Tingkatkan Stamina

Tariptip merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di perairan payau ataupun air asin, dan menjadi makanan yang banyak dicari
Karyudi, saat mencari tariptip di muara Sungai Citonjong, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Tariptip merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di perairan payau ataupun air asin, dan menjadi makanan yang banyak dicari karena rasanya yang sangat enak meskipun dimasak dengan berbagai cara.

Seperti dikatakan Karyudi, warga Karangtirta, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, bahwa hewan laut jenis kerang tersebut juga mengandung gizi yang sangat tinggi.

Karyudi bersama warga Karangtirta lainnya setiap hari selalu mencari tariptip di muara Sungai Citonjong yang ada di wilayah desanya.

“Tariptip ini merupakan makanan yang sangat lezat, tapi langka dan jarang sekali bisa ditemukan di Pangandaran. Jika ingin tariptip harus pesan kepada orang yang biasa mencari tariptip. Kalau yang ada di restoran kan kebanyakan kerang,” tuturnya, kepada HR Online, Jum’at (24/01/2020).

Menurut Karyudi, keberadaan tariptip tidak musiman, setiap hari ada jika mau mencarinya. Namun, dalam mencari tariptip di muara sungai tidak bisa sembarangan, harus menghitung waktu pasang surut ait laut.

Dirinya mengaku, jika hasil mencari tariptip dapat banyak ia jual ke warga. Tapi kalau hasilnya hanya sedikit, biasanya dikonsumsi oleh keluarganya di ruamh. Saat ini harga tariptip per kilonya dikisaran 10-20 ribu rupiah.

“Tariptip ini bergizi sangat tinggi dengan kandungan proteinnya yang luar biasa. Konon katanya bisa untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya penyakit beri-beri,” ungkapnya.

Selain itu, kata Karyudi, banyak mengonsumsi tariptip juga bisa meningkatkan stamina pria dewasa hingga dua kali lipat. (Ntang/R3/HR-Online)

Loading...