Teknologi AI Buatan China, Mampukah Lampaui Amerika Serikat?

Teknologi AI Buatan China
Ilustrasi Teknologi AI Buatan China. Foto: Istimewa

Teknologi AI buatan China sudah tidak dapat terelakan lagi perkembangan dan kemajuannya. Bagi negara manapun itu, teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk menguasai dunia di masa depan.

Tidak perlu kita terheran-heran lagi, melalui fakta ini berbagai negara di belahan dunia berlomba-lomba untuk menerapkan teknologi ini. China adalah salah satunya.

Saat ini negara pemimpin terdepan teknologi AI adalah Amerika Serikat. Namun, negara yang memiliki perkembangan dengan penerapan teknologi AI tercepat adalah China.

Kondisi Teknologi AI Buatan China Saat Ini

Tidak diragukan lagi bagaimana cara pandang China terhadap penerapan teknologi. Membaca peluang dengan sangat sistematis, terstruktur, dan terorganisasi membuat China kini berjaya pada pencapaian teknologinya.

Telah diprediksikan bahwa China akan menyalip Amerika Serikat 5 hingga 10 tahun mendatang. Hal ini tidak boleh hanya diwaspadai oleh negara Amerika Serikat saja.

Namun Indonesia pun harus turut memberikan simpatinya pada kemungkinan ini. Jika teknologi AI buatan China berhasil dikembangkan dengan baik, maka sudah sepantasnya menjadi tugas setiap negara untuk turut mengembangkannya juga.

Dari pengembangan teknologi AI yang China lakukan telah membuat dirinya berada di antara 54 negara lainnya. Tidak tanpa alasan, China telah memiliki 7 indikator utama sebagai penilainnya.

Beberapa diantaranya seperti penelitian, strategi pemerintah, infrastruktur, talenta manusia, dan komersialisasi. Kita telah mengetahui di bidang apa sajakah yang menjadi sorotan dunia dalam menerapkan teknologi AI.

Maka dari itu, kesempatan inilah yang dapat dijadikan acuan bagi negara-negara lain untuk mengikuti perkembangan teknologi AI. Berdiam diri tanpa adanya tindakan dan strategi akan membuat sebuah ketertinggalan yang fatal.

Jika teknologi AI buatan China mampu mencakup indikator tersebut, maka tidak menutup kemungkinan negara lain pun dapat mengikutinya. China dapat dijadikan sumber motivasi bagi negara lain untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan teknologi AI.

Bagaimana China dan Amerika Serikat Bersaing?

Persaingan yang kini tengah dihadapi oleh China sangatlah ketat. Pasalnya Amerika Serikat menduduki posisi teratas dengan margin yang signifikan dengan nilai 100. Sedangkan China sendiri menduduki urutan kedua dengan nilai 58,3. Sungguh nilai yang fantastis bukan?

Tidak ketinggalan juga negara lain seperti Inggris, Kanada, serta Jerman yang berada di urutan berikutnya. Bagaimana dengan Indonesia sendiri?

Yah, jika kita menanyakan dimana posisi Indonesia dalam mengembangkan teknologi AI, maka telah menunjukkan jarak yang terpaku jauh dari China maupun Amerika Serikat. Namun, hal ini tidaklah menjadi kendala untuk kita terus berusaha dalam meningkatkan teknologi.

China bukanlah satu-satunya negara yang otoriter di dunia. Akan tetapi, teknologi AI buatan China memberikan kekuatan untuk terus maju di bidang teknologi.

Secara luas, China terletak pada garis depan pertarungan dengan Amerika Serikat. Tidak main-main, kedua negara ini telah mengeluarkan miliaran dolar dalam mengembangkan teknologi.

Usaha ini dilakukan agar mendapatkan hasil yang sesuai. Persaingan di pasar global yang kedua negara ini lakukan tidak akan berhenti begitu saja.

Bagaimana Teknologi AI Buatan China Dapat Terus Berkembang?

Usaha pengembangan teknologi harus terus dilakukan hingga dahaga manusia terpuaskan dengan adanya teknologi yang ada. Persaingan sengit pun tak terbantahkan.

Ambisi China untuk meraih kedudukan pertama tidak dapat terbendung. AI memiliki potensi yang tinggi sebagai teknologi masa depan dengan nilai manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Inilah yang menjadikan teknologi AI buatan China terus dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan dan keinginan umat manusia. Pengembangan teknologi ini dilakukan dari sektor keuangan hingga transportasi.

Sejatinya tidak hanya China yang sibuk melakukan pengembangan. Negara-negara maju pun tidak ingin kalah asing dalam mengambil tindakan pengembangan teknologi ini.

Selama 4 tahun terakhir ini, angka yang ditunjukkan oleh perusahaan AI secara global telah mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat. Kurang lebih 20 negara ribu perusahaan saat ini telah mengembangkan teknologi AI.

Contoh teknologi AI yang dibuat seperti algoritma medis sebagai pendeteksi penyakit secara akurat serta mobil otomatis. Tidak hanya itu saja, penerapan teknologi AI sudah diperluas di berbagai bidang.

Teknologi AI buatan China sebagian orang menganggapnya sebagai suatu ancaman. Namun, pemikiran ini harus ditepis dengan segala sikap dan tindakan yang cerdas. (R10/HR-Online)