Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita PangandaranTernak Biawak, Warga Pangandaran Untung Jutaan Rupiah

Ternak Biawak, Warga Pangandaran Untung Jutaan Rupiah

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Seorang peternak biawak asal Pangandaran meraih untung jutaan rupiah dari hasil usahanya.

Biawak seringkali dianggap binatang pengganggu. Binatang ini kerap memangsa ikan dan hewan tenak. Namun, uniknya seorang warga Pangandaran justru menjadi seorang peternak biawak.

Adalah Reza Fahmi, pria berusia 24 tahun warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Reza menjadikan biawak punya nilai jual tinggi.

Reza menuturkan dirinya mengembang biakkan biawak mulai dari usia 7 hari. Biawak itu didapatnya dari hasil peranakan induknya.

“Mulainya sudah dari keci, kira-kira kelas 5 MI (Madrasah Ibtidaiyah) itu sudah senang biawak. Alasannya lucu aja saat lihat kulitnya berwarna unik. Apalagi banyak yang memanfaatkan biawak ini sebagai obat tradisional,” tutur Reza saat ditemui HR Online, Minggu (19/1/2020).

Dari satu biawak hasil ternaknya, Reza bisa menjualnya dengan harga minimal Rp 2 juta. Konsumen yang datang membeli biawaknya biasanya pecinta reptil. Ada juga yang mencari biawak untuk pengobatan tradisional.

“Memelihara biawak itu mudah saja dan cukup sederhana. Biawak tinggal diberi makan berupa ikan, daging ayam, atau telor ayam. Ada yang dimasak lebih dulu, ada juga yang dikasih mentahnya,” tutur Reza.

Baca Juga: Senjata Makan Tuan, Warga Ciamis Mau Tebas Biawak Kena Kaki Sendiri

Biawak peliharaan Reza semuanya jinak, tidak ada yang buas. Hal ini diakui Reza lantaran biawak sudah kenal dengan orang yang memeliharanya.

“Kalau dipegang sama orang yang tidak dikenal, kadang memang suka jadi buas,” kata Reza.

Reza menuturkan, jika biawak menjadi hama bagi orang lain. Namun bagi peternak biawak ini, justru jadi ladang uang yang menghasilkan.

“Bagi yang lain biawak kan hama, karena sering merusak hewan ternak peliharaan petani, tapi saya sih memanfaatkannya untuk jadi sumber penghasilan,” pungkasnya. (Ceng2/R7/HR-Online)

- Advertisment -