Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita CiamisTerserang DBD, Dua Warga Cisaga Ciamis Meninggal Dunia

Terserang DBD, Dua Warga Cisaga Ciamis Meninggal Dunia

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Akibat terserang Demam Berdarah Degue (DBD), dua warga Dusun Sukamenak, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal dunia.

Kedua warga masing-masing bernama Lola (16), dan Arif (19), meningga dunia setelah sebelumnya dirawat di RSUD Kota Banjar.

Atas kejadian tersebut, Kecamatan Cisaga masuk kategori endemik penyebaran nyamuk aedes aegypti, sehingga perlu penanganan serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

Yahya (65), orang tua korban bernama Lola, ketika ditemui HR Online, di rumah duka, Kamis (09/01/2020), mengatakan, saat anaknya mengeluh sakit dengan demam tinggi, dirinya langsung membawanya ke Puskemas Cisaga untuk mendapatkan perawatan medis.

Kemudian, petugas Puskesmas pun melakukan pemeriksaan dan memberikan obet penurun demam.

“Namun, meski sudah diberi obat ternyata demam anak saya tidak kunjung turun. Karena takut terjadi apa-apa, kami pihak keluarga langsung membawa Lola ke RSUD Banjar,” tuturnya.

Lebih lanjut Yahya mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaaan di RSUD Kota Bajar, ternyata anaknya terkena penyakit DBD dan harus menjalani perawatan.

Tetapi setelah empat hari dirawat inap, demam tinggi yang didera anaknya belum juga turun, hingga anaknya meninggal dunia.

Sementara itu, Eden, warga lain yang anaknya sama-sama terserang DBD, mengatakan, karena mengalami demam tinggi, kedua anaknya langsung dibawa ke RSUD Banjar untuk mendapatkan perawatan.

“Wabah DBD ini merupakan penyakit mematikan apabila tidak cepat ditangani medis. Untuk itu, setelah anak saya mengalami demam tinggi, saya langsung membwanya ke RSUD Banjar,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Eden pun langsung melaporkan ke pihak Puskesmas Cisaga agar mendapatkan perhatian dan tidakan. Terlebih setelah ada dua warga yang meninggal dunia.

Ia menyebutkan, sampai saat ini sudah ada sekitar 10 orang warga Cisaga yang dirawat di RSUD Banjar dengan penyakit yang sama, yaitu DBD.

“Kami berharap kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten untuk segera melakukan tindakan. Karena jika dibiarkan, dipastikan warga yang terserang DBD akan terus bertambah. Kami juga minta untuk dilakukan pengasapan di lokasi yang endemik penyebaran nyamuk penyebab DBD,” harap Eden. (es/R3/HR-Online)

- Advertisment -