Kamis, Mei 19, 2022
BerandaBerita PangandaranWarga Minta Pemkab Pangandaran Tata Kabel PLN dan Telkom

Warga Minta Pemkab Pangandaran Tata Kabel PLN dan Telkom

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Masyarakat meminta penataan kabel PLN serta kabel Telkom di kawasan Pantai Barat dan Timur Pangandaran dibenahi. Apalagi kabel tersebut mengurangi keindahan pemandangan dan menggangu wisatawan.

Salah seorang warga asal Desa Cikembulan, Irfan, mengatakan, dirinya berharap pihak terkait untuk menata kawasan obyek wisata pantai dan juga menertibkan lagi kabel PLN dan Telkom yang dirasa kurang sedap dipandang.

“Saya berharap agar pemerintah membenahi kabel listrik dan telkom yang masih menggantung supaya diganti dengan caran ditanam. Sehingga tidak mengganggu keindahan dan kenyamanan pengunjung, apalagi visinya berkelas dunia,” kata Irfan saat diwawancara Koran HR, Selasa (28/1/2020).

Irfan menambahkan, apabila kabel listrik dan Telkom semua ditanam, maka pantai akan terbebas dari semrawutnya kabel yang menggantung.  Dirinya pun yakin wisatawan akan lebih betah tinggal lama di Pangandaran.

“Saya kira lebih efektif dan aman kabel-kabel itu ditanam ketimbang digantung. Di samping berbahaya, juga mengganggu keindahan dan kenyamanan. Mumpung pantai ini sedang ditata, kan bisa berbarengan pengerjaannya,” pungkas Irfan.

Manager PLN Rayon Pangandaran, Siswadi, mengatakan, dirinya mengaku sudah pernah ada pembicaraan dengan pihak pemerintah daerah terkait penataan kabel yang menggantung dialihkan semuanya ditanam. Akan tetapi secara teknis belum ada titik temu.

“Kita sudah pernah menyampaikan terkait itu ke Pemerintah daerah, mudah-mudahan sedikit demi sedikit kabel-kabel tersebut bisa dialihkan semuanya,” kata Siswadi.

Belum lama ini, kata Siswadi, pihaknya sudah menanam kabel 10 KV. Hal itu dilakukan demi peningkatan kualitas jaringan listrik, juga mengurangi jumlah gardu secara bertahap.

“Sedikit demi sedikit kita akan tata kabel listrik yang menggantung dengan dialihkan ditanam di bawah. Semoga saja sejalan dengan program penataan yang dilakukan pemda,” pungkas Siswadi. (Mad/Koran HR)

- Advertisment -