Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarBisnis Cacing Sutra di Kota Banjar Selalu Diburu Peternak Ikan

Bisnis Cacing Sutra di Kota Banjar Selalu Diburu Peternak Ikan

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Cacing sutra atau dikenal dengan sebutan “cacsut” di kalangan para petani budidaya ikan, merupakan pakan ikan alami bernilai jual tinggi yang selalu diburu para peternak budidaya pembibitan ikan.

Selamet (40), salah seorang penjual cacing sutra di Dusun Kalapasabrang, RT. 3, RW. 8, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengaku, rumahnya selalu dipenuhi para pembeli casut.

Tak hanya dari Banjar, para pembeli banyak juga yang datang dari luar daerah. Mereka rela menunggu dari jam 6 pagi untuk mendapatkan pakan ikan langka tersebut.

“Biasanya mereka sudah dari pagi datang, ada yang dari Cilacap, Ciamis, Banjarsari dan Pangandaran. Banyak yang dari jauh,” tutur Selamat, kepada HR Online, sambil membersihkan cacing sutra di halaman rumahnya, Sabtu (29/02/2020).

Dia mengatakan, antrian itu terjadi karena selain disebabkan langkanya barang, juga menunggu datangnya cacing sutra yang dipesan Selamet dari daerah Bandung.

Menurutnya, selama ini masih jarang ditemukan budidaya cacing sutra, selain sulit, juga membutuhkan keahlian tersendiri, sehingga kebanyakan penjual mengambil barang ke luar daerah.

“Sudah pernah ada yang mencoba budidaya tapi tidak berhasil, makannya saya pesan ke pengepul di Bandung. Jadi mereka semua nungguin casut yang saya pesan dari Bandung,” katanya.

Harga Cacing Sutra

Selamet menjelaskan, dalam sekali belanja dia biasa mengambil sekitar 50 sampai 70 kilogram cacing sutra, mengingat stok persediaan di sana terbatas. Terlebih saat musim hujan, cacing cutra sulit didapat.

Harga yang ia tawarkan pun tak begitu mahal, hanya berkisar Rp 30 ribu-Rp 35 ribu per liter cacing sutra, tergantung kualitas dan ketersediaan barangnya.

“Kalau 50 kilo biasanya satu jam juga sudah habis, besoknya belanja lagi, paling tidak empat hari sekali saya ke Bandung,” terangnya.

Meski enggan menyebutkan keuntungan yang didapat, namun Selamet mengaku sudah lebih lima tahun ini menjalankan bisnis cacing sutra dan budidaya ikan. Hasil usahanya tersebut menjadi tambahan pemasukan bagi keuangannya.

Sementara itu, Abah Endoy, salah seorang peternak budidaya pembibitan ikan dari Cisaga, Kabupaten Ciamis, yang kebetulan membeli cacing sutra, mengatakan, cacing sutra merupakan pakan ikan paling dicari para peternak ikan.

Selain kategori pakan langka, cacing sutra terbukti mengandung gizi tinggi dan merangsang pertumbuhan ikan untuk berkembang dengan cepat, dan biasanya digunakan untuk ikan berusia tiga hari sampai empat belas hari.

“Kalau untuk pembibitan biasanya pakai cacing sutra, tapi di sini masih jarang. Saya saja kadang-kadang ambil ke Tasikmalaya,” kata pria yang sudah bergelut dengan dunia ikan sejak 27 tahun silam. (Muhlisin/R3/HR-Online)

- Advertisment -