Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita BanjarBPS Kota Banjar Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Sensus Penduduk

BPS Kota Banjar Ajak Masyarakat Sukseskan Pendataan Sensus Penduduk

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar, Jawa Barat, pada tahun ini kembali melakukan Sensus Penduduk atau SP2020.

Pelaksanaan Sensus Penduduk dilakukan dengan dua cara, yaitu secara online dan door to door offline, dengan cara mengirimkan petugas langsung mendatangi rumah warga.

Kasie Integrasi dan Pengolahan Diseminasi Statistik pada Kantor BPS Kota Banjar, Ahmad Taufik Habibie, mengatakan, sensus online ini untuk memudahkan warga yang biasa menggunakan akses internet.

Sementara untuk pelaksanaan secara offline nantinya akan ada petugas yang mendatangi langsung ke rumah warga dan dijadwalkan dimulai pada bulan Juli 2020 mendatang.

“Untuk Sensus Penduduk yang dilaksanakan secara online dimulai tanggal 15 Februari 2020 kemarin dan berakhir sampai 31 Maret mendatang,” kata Taufik kepada awak media.

Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum mendaftar secara online lanjut Taufik, di antaranya dokumen-dokumen pribadi seperti Kartu Keluarga, KTP, Buku Nikah, atau Dokumen Cerai.

Selanjutnya para peserta bisa melakukan pengisian data diri dan data keluarga secara mandiri melalui laman sensus.bps.go.id.

“Kami berharap masyarakat bisa menggunakan kesempatan ini untuk melengkapi data kependudukan dengan memberikan data yang akurat dan terbaru,” katanya.

Target Sensus Penduduk

Taufik menambahkan, untuk Kota Banjar sendiri ditargetkan pada tahun ini sebanyak 39 persen dari jumlah penduduk dan target tersebut cukup tinggi dikarenakan wilayah Kota Banjar yang relatif kecil.

Sementara ini, lanjut Taufik, jumlah penduduk Kota Banjar yang tercatat di Disdukcapil secara registrasi sebanyak 204 ribu jiwa sedangkan real proyeksi BPS atau yang benar-benar tinggal di Kota Banjar sebanyak 183 ribu jiwa.

“Jadi ada selisih jumlah penduduk sebanyak 20 ribu jiwa. Semoga dengan adanya Sensus Penduduk ini nantinya perbedaan selisih sekitar 20 ribu penduduk bisa terjawab,” pungkasnya (Muhlisin/R6/HR-Online)

- Advertisment -