Butuh Perhatian Pemerintah Ciamis, Ma`ah (65) Tak Kunjung Terima Program BPNT

Program BPNT
Ma`ah (65), KPM Program BPNT di Desa Ciakar, membutuhkan perhatian Pemerintah. Pasalnya, Ma`ah sudah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkannya. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ma`ah (65), Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), di Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, membutuhkan perhatian Pemerintah. Pasalnya, Ma`ah sudah bertahun-tahun tak kunjung mendapatkan realisasi Program BPNT.

Sebelum ada Program BPNT, Ma`ah sebenarnya rutin menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun setelah program itu berganti nama (BLT ke BPNT), Ma`ah tidak pernah lagi mendapatkannya.

Ketika ditemui Koran HR, Selasa (11/02/2020), Ma’ah  mengaku akan sangat senang jika ada pihak yang berkenan membantu. Tidak hanya kepada pemerintah, siapapun yang bersedia untuk meringankan beban keluarganya.

Sebab, kata Ma`ah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia hanya mengandalkan pendapatan dari hasi buruh serabutan. Itupun kalau ada orang lain yang menyuruhnya bekerja.

“Kartu yang saya miliki dipinta oleh Ketua RT dengan dalih akan ada pendataan baru,” katanya.

Sahman, anak kandung Ma’ah, mengungkapkan, sudah hampir empat tahun berjalan, keluarganya tidak mendapatkan apapaun dari program BPNT.

“Padahal keluarga kami betul-betul hidup dalam kemiskinan. Terkadang kami merasa iri, kalau melihat orang lain mendapatkan bantuan, sementara keluarga kami tidak pernah menerimanya,” kata Sahman.

Ironisnya lagi, lanjut Sahman, ada keluarga yang hidupnya sudah betul-betul mapan, justru mendapatkan Program BPNT dari Pemerintah.

“Melihat kondisi seperti itu, perlu adanya pendataan ulang agar program yang diluncurkan pemerintah tepat sasaran,” katanya.

Menurut sumber Koran HR, BPNT merupakan bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah bagi KPM. Setiap bulan, KPM mendapatkan bahan pangan dari warung yang bekerjasama dengan pihak Bank. 

Sumber HR menyarankan agar daftar penerima BPNT diumumkan di ruang publik agar masyarakat bisa ikut mengecek penerima yang masih layak atau tidak. Dengan begitu, masyarakat luas bisa melihatnya secara langsung dan bisa mengoreksi kondisi terkini penerima bantuan tersebut.

“Jangan sampai nasib yang dialami keluarga Ma’ah terjadi juga pada penerima lain yang harsunya lebih berhak. Ma`ah betul-betul masyarakat tidak mampu dan butuh bantuan dari pemerintah, malah akhirnya gigit jari,” katanya. (Dji/Koran HR)

Loading...