Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariDi Ciamis, Kakek Berusia 110 Tahun Gantung Diri di Pohon Jati

Di Ciamis, Kakek Berusia 110 Tahun Gantung Diri di Pohon Jati

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Seorang kakek gantung diri di pohon jati. Dia bernama Mad Husen, warga dusun Karangmulya, RT 28 RW 07, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Korban ditemukan tewas gantung diri di pohon jati yang tak jauh dari rumahnya.

Kakek gantung diri tersebut diketahui berumur 110 tahun. Peristiwa itu sontak saja membuat geger warga sekitar, sehingga tanpa menunggu aparat kepolisian mereka langsung menurunkan jasad korban dan dibawa ke rumah duka, Sabtu (1/2/2020).

Kapolsek Banjarsari, Kompol Sayimin saat di lokasi kejadian mengatakan, kasus tersebut murni gantung diri.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban ini murni gantung diri,” katanya.

Masih dikatakan Kompol Sayimin, kasus gantung diri tersebut pertama kali ditemukan oleh  tetangga korban yang hendak berkebun.

“Dari hasil keterangan para saksi, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon jati yang tak jauh dari rumah korban,” terangnya.

Dari hasil penyelidikan, menurut Kompol Sayimin, diperkirakan korban malakukan gantung diri sekitar satu hari yang lalu.

“Saat itu diketahui pihak keluarga sempat kehilangan korban sejak hari Jumat (31/1/2020) kemarin,” lanjutnya.

Korban gantung diri menggunakan tambang berwarna biru, sementara di jasad korban tidak ditemukan bekas penganiayaan. Hanya saja di bagian leher bekas jeratan itu lukanya sudah agak dalam karena mayat kemungkinan menggantung sejak kemarin.

“Sementara kalau dilihat di bagian mata dan hidung juga sudah keluar belatung, serta ada air mani yang keluar dari alat vital korban,”paparnya.

Pantauan HR Online di lapangan, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, Polisi langsung menyerahkan jasad korban ke pihak keluarga untuk dimakamkan. 

Korban diduga nekad melakukan aksi bunuh diri lantaran depresi akibat penyakit kulit yang sudah bertahun-tahun dideritanya dan tidak bisa diobati. (Suherman/R7/HR-Online)

- Advertisment -