Diduga Terserang DBD, Seorang Bumil di Cimaragas Ciamis Dilarikan ke Puskesmas

Diduga terserang nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Risna, seorang ibu hamil (bumil) di Cimarags, Kabupaten Ciamis dibawa ke Puskesmas oleh tim kesehatan dan Muspika setempat.
Diduga terserang nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Risna, seorang ibu hamil (bumil) di Cimarags, Kabupaten Ciamis dibawa ke Puskesmas oleh tim kesehatan dan Muspika setempat. Foto: Suherman/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Diduga terserang nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Risna, seorang ibu hamil (bumil) warga Dusun Sukahayu, RT. 03/02, Desa/Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, langsung dibawa oleh tim kesehatan dari Puskesmas Cimaragas untuk diberikan perawatan medis, Kamis (13/02/2020).

Risna diketahui mengalami demam tinggi saat tim medis dari Puskesmas Cimaragas beserta unsur Muspika setempat, melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di daerah tersebut.

Pasalnya, berdasarkan keterangan dari masyarakat setempat, ada berapa warganya yang kini tengah dirawat di rumah sakit akibat terserang DBD.

Kepala Puskesmas Cimaragas, Tata Sudinta, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, seorang ibu hamil terpaksa harus dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

“Tadi tanpa sengaja saat kita tengah melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lokasi perumahan warga, kita menemukan seorang ibu hamil yang tengah mengalami demam tinggi. Akhirnya ibu hamil tadi kita paksa untuk dibawa ke Puskesmas, kita akan lakukan dulu observasi karena khawatir dia terserang DBD,” terang Tata, kepada HR Online.

Sementara itu, Camat Cimaragas, AA Hendarsin, yang ikut terjun dalam kegiatan PSN, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Cimaragas agar senantiasa waspada, dan mau menguras tempat-tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk.

Ia menyebutkan, dari hasil keterangan sementara, sudah ada enam warga yang suspek terkena DBD. Oleh karena itu, sesuai instruksi Bupati Ciamis, pihaknya bekerjasama dengan pihak Puskesmas Cimaragas dan instansi lainnya untuk melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di Desa Cimaragas.

“Kami juga prihatin dengan perilaku masyarakat yang masih berperilaku jorok. Tadi kita coba untuk masuk ke rumah-rumah warga dan memeriksa bak penampungan air. Dari hasil kegiatan tadi, banyak kita temukan bak penampungan air yang di dalamnya banyak terdapat jentik nyamuknya,” kata Hendarsin.

Pantauan HR Online di lapangan, Muspika bersama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Cimaragas, melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara membersihkan tempat-tempat yang dijadikan sarang nyamuk DBD.

Dalam kesempatan itu, petugas gabungan tersebut menyisir beberapa rumah warga dan memberikan instruksi serta imbauan agar mereka rajin menguras bak mandi supaya terhindar dari serangan DBD.

Namun sayang, saat Muspika bersama Puskesmas Cimaragas melakukan kegiatan tersebut, tak terlihat adanya antusias dari warga. Itu terbukti tidak ada seorang pun warga yang ikut terjun dalam membersihkan tempat-tempat genangan air.

Mereka hanya asyik menonton para unsur Muspika dan tim kesehatan dari Puskesmas bekerja membersihkan sampah dan tempat sarang nyamuk. (Suherman/R3/HR-Online)

Loading...