Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita BanjarDiduga Terserang DBD, Warga Kota Banjar Meninggal Dunia

Diduga Terserang DBD, Warga Kota Banjar Meninggal Dunia

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Diduga terserang wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Yosi Setiani (26) warga RT 5 RW 17, Lingkungan Pintusinga, Kelurahan/Kota Banjar, Jawa Barat, meninggal dunia, Minggu (9/2/20).

Ketua RT setempat, Dede Saefuddin mengatakan, awalnya korban mengalami sakit demam sejak hari Selasa, namun karena mempunyai anak kecil kemudian menjalani rawat jalan.

Setelah empat hari, sakitnya bertambah parah, baru pada hari Sabtu Yosi dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.

“Korban meninggal setelah sebelumnya mendapat perawatan selama dua hari di Rumah Sakit Patroman Medical Center atau PMC Kota Banjar,” kata Dede kepada awak media, Senin (10/2/20).

Setelah kejadian tersebut, pihaknya beserta kelurahan dan Puskesmas mengadakan penyelidikan endemik di rumah dan sumur warga.

Hasil penyelidikan ditemukan banyak jentik-jentik dan telur nyamuk bersarang di sumur dan bak mandi warga di lingkungan setempat.

“Sudah dilakukan pengecekan sumur warga dan hasilnya memang ditemukan sarang nyamuk,” katanya.

Dede menyebutkan, sebelumnya ada sekitar 20 warga dari 59 KK di lingkungan RT 5 yang terjangkit penyakit demam.

“Hampir rata-rata kemarin terkena demam, alhamdulillah banyak yang sudah sembuh dan sehat. Sekarang di RT sebelah juga ada yang sedang dirawat di RS karena demam,” sebutnya.

Dede menambahkan, sebelum dilakukan fogging, pihaknya akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk bersama warga, sebagai upaya mengantisipasi wabah DBD.

Dinkes Kota Banjar Bantah Korban Meninggal Karena DBD

Sementara itu, diitemui terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Banjar melalui Kasie Pengendalian Penyakit, Eros Aida Ningrum membantah korban meninggal karena DBD.

Eros menyebutkan, korban yang diduga DBD tersebut, meninggal lantaran terkena ensefalitis atau radang otak.

“Tadi sudah komunikasi dengan pihak RS PMC, dari hasil diagnosis yang bersangkutan meninggal bukan karena DBD,” terang Eros.

Meski demikian, lanjut Eros, setelah dilakukan penyelidikan endemik di lapangan, pihaknya mengakui banyak ditemukan jentik nyamuk di sumur warga.

Untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus DBD, pihaknya mengajak masyarakat untuk lebih giat lagi melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Tadi sudah dilakukan penyelidikan, memang banyak ditemukan jentik nyamuk. Nanti akan dilakukan penyuluhan dan pemberian larvasida (abate) untuk menyadarkan masyarakat tentang PSN,” pungkasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

- Advertisment -