Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita CiamisDua Bocah di Ciamis Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Dua Bocah di Ciamis Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Dua orang bocah berusia 6 dan 7 tahun ditemukan tewas tenggelam di sebuah kolam ikan milik warga, di Dusun Cidewa, RT 06 RW 17, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (16/2/2020).

Kanit Reskrim Polsek Cijeungjing, Bripka Rony Rohimat, membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, korban bernama Muhammad Noval Fadil Muttaqin (7) dan Muhammad Azka Setiawan (6).

Rony menyebut, kronologi kejadian berawal saat kedua korban ikut ke sawah bersama Erni (25), yang tak lain adalah ibu dari korban Muhammad Noval sekira pukul 10.30 WIB pagi. Erni saat itu tengah melakukan aktivitas mencabut benih padi “babut” di sawah.

Tanpa sepengetahuan Erni, kedua korban malah bermain di kolam ikan milik warga. Saat akan pulang sekira pukul 12.00 WIB, Erni bingung karena kedua korban sudah tidak ada lagi di sawah dan mengira anak dan temannya itu sudah pulang duluan ke rumah.

“Setelah pulang ke rumah, ternyata kedua korban tidak ada. Erni pun meminta bantuan warga lain mencari keberadaan korban,” ungkap Bripka Rony.

Setelah beberapa saat dilalkukan pencarian, akhirnya kedua korban ditemukan sudah tak bernyawa oleh saksi yang juga warga setempat Cece Zaenal Muttaqin pada pukul 14.00 WIB. Saksi melihat sekilas ada yang berwarna hitam di kolam milik Ilyas. Saksi kemudian langsung turun kedalam kolam dan mendapati korban Azka dalam keadaan tenggelam.

“Saksi kemudian berteriak minta tolong kepada warga lainnya, kemudian turun kembali ke kolam dan menemukan korban lainnya Noval,” ujar Rony.

Setelah diangkat ke tepi, kedua korban di bawa ke Rumah Sakit Ciamis untuk memastikan kondisi korban. Namun sesampainya di rumah sakit, kedua korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Kemudian korban dibawa kembali keluarganya ke rumah masing-masing di Cidewa.

“Mendapat laporan adanya kejadian tersebut, kami dari Polsek Cijeungjing datang cek ke TKP dan mengecek kondisi kedua korban di rumah duka, setelah di cek kondisi kedua korban sudah meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan,” jelasnya.

Bripka Rony menambahkan, pihak keluarga menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan musibah dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. (Jujang/R8/HR Online)

- Advertisment -