Fakta Asteroid Pallas, Objek Bola Golf Luar Angkasa Paling Brutal

fakta asteroid pallas
Asteroid Pallas. Foto: Ist/Net

Fakta asteroid Pallas sangat menarik untuk diketahui. Sebagaimana yang kita tahu, Pallas menjadi asteroid kedua yang berhasil diidentifikasi manusia dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Lebih menarik lagi karena Pallas juga sempat diklasifikasikan sebagai planet. Namun tahukah anda bahwa fakta Pallas bukan hanya itu saja, masih ada banyak fakta lainnya yang sayang jika dilewatkan.

Fakta Asteroid Pallas

Pada kesempatan kali ini, kami akan kupas secara tuntas apa saja fakta Pallas. Pastikan anda menyimaknya baik-baik.

Penemuan Pertama Kali

Salah satu fakta asteroid Pallas yang penting untuk anda tahu yaitu sejarah penemuannya. Diketahui bahwa asteroid ini ditemukan pada tahun 1802.

Dimana orang yang pertama kali menemukannya adalah astronom Jerman yang bernama Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers.

Penamaan

Penamaan Dewi Yunani Pallas Athena yang disandang asteroid ini tak kalah menarik untuk diketahui artinya. Adapun nama tersebut berarti dewi kebijaksanaan Yunani.

Bukan tanpa alasan, nama ini diberikan karena kemiringannya yang tak biasa. Disamping itu, anda juga perlu tahu bahwa asteroid ini ternyata memiliki julukan khusus.

Baca Juga: Tabrakan Bumi dengan Benda Luar Angkasa Paling Dahsyat

Asteroid Pallas ini seringkali dijuluki sebagai bola golf. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan permukaannya diselimuti banyak kawah.

Diketahui bahwa asteroid ini memiliki 36 kawah dengan diameter tak kurang dari 30 kilometer. Hal ini sesuai dengan data yang didapat dari instrumen SPHERE, European Southern Observatory’s Very Large Telescope, Antofagasta di Chili.

Bersifat Brutal

Sebagaimana yang sudah sedikit disinggung di atas, Pallas memiliki kemiringan yang tak biasa. Selain itu, asteroid ini juga mempunyai orbit yang aneh dengan kecepatan sangat tinggi.

Fakta asteroid Pallas inilah yang membuatnya dikenal sebagai asteroid brutal. Asteroid ini akan menghancurkan jalannya ketika melewati sabuk asteroid.

Dengan kemiringan yang cukup tinggi, Pallas juga akan jatuh ke dalam dan bahkan keluar dari sabuk utama. Bukan hanya itu saja, Pallas juga sering terlempar ke segala arah.

Lebih brutal lagi karena asteroid ini juga akan menabrak kumpulan benda kecil yang ada di sabuk utama asteroid. Kerusakan akibat tabrakan ini setara dengan 4 kali lipat tabrakan asteroid dengan orbit yang sama.

Akibat dari aksi brutalnya, memunculkan banyak kawah di permukaan asteroid Pallas. Hal inilah yang membedakan asteroid di sabuk utama Mars dan Jupiter ini dengan asteroid lain.

Tak berhenti di situ saja, tabrakan juga menyebabkan hancurnya benda-benda kecil tersebut. Setelah menabrak, Pallas tetap melanjutkan perjalanannya seperti tak terjadi apa-apa.

Ada Titik Terang

Dibalik aksi brutalnya, ternyata asteroid ini memiliki titik terang di belahan selatan. Dimana titik terang tersebut dapat menjadi deposit garam. Hal ini mengingatkan kita dengan deposit garam yang ada pada Ceres.

Meski begitu, objek dengan air melimpah ini juga memiliki area gelap yang menandakan adanya perubahan internal yang dilaluinya.

Asteroid Sekaligus Planet

Sudah disinggung di atas bahwa asteroid Pallas juga sempat dikategorikan sebagai planet. Adapun alasannya karena adanya keberagaman warna.

Selain itu, Pallas juga berbentuk lingkaran sebagaimana planet pada umumnya. Terkait fakta asteroid Pallas yang satu ini, ada rasa penasaran lain yang menyertainya.

Tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah Pallas ini termasuk objek dinamik atau memang seperti itu sejak awal terbentuk.

Rasa penasaran ini pun dijawab oleh mahasiswa program Doktoral, Department of Earth and Space Sciences, UCLA, yang bernama Britney E Schmidt. Menurut Britney E Schmidt, Pallas diperkirakan sebagai objek dinamik.

Karakteristik

Perlu untuk anda ketahui, fakta asteroid Pallas seputar karakteristiknya terbilang cukup mengejutkan. Hal ini dikarenakan Pallas memiliki diameter mencapai 512 kilometer.

Dengan ukuran diameter tersebut, Pallas menjadi asteroid terbesar ketiga yang ada di dalam sabuk utama. Dibalik diameternya yang besar, ternyata massa Pallas juga menarik untuk diketahui.

Dimana asteroid Pallas ini memiliki massa mencapai 7% dari semua massa yang ada di kawasan tersebut. Karakteristik Pallas memang mengesankan.

Proses Pembentukan

Proses pembentukan Pallas diungkap oleh Michaël Marsset selaku postdoc MIT (Massachusetts Institute of Technology) sekaligus penulis utamanya.

Menurut Michaël Marsset, Pallas terbuat dari campuran silikat dan es air. Seiring berjalannya waktu, bagian dalamnya meleleh. Hal ini menyebabkan silikat menjadi lembab dan membentuk endapan garam.

Terlepas dari proses terbentuknya tersebut, beragam fakta asteroid Pallas ini tentunya mampu menambah wawasan kita mengenai objek luar angkasa. (R10/HR-Online)