Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita TerbaruFenomena Geologis Menakjubkan Tapi Penuh Misteri, Jadi Sorotan Dunia

Fenomena Geologis Menakjubkan Tapi Penuh Misteri, Jadi Sorotan Dunia

Fenomena geologis menakjubkan banyak ditemukan di muka Bumi ini. Dari sekian banyak fenomena indah tersebut, ada beberapa struktur geologis yang penuh dengan misteri.

Disebut misteri karena sampai saat ini ilmuwan masih belum berhasil mengungkap bagaimana asal-usulnya sehingga bisa terbentuk.

Fenomena Geologis Menakjubkan Namun Misterius

Bagi anda yang sudah tak sabar ingin mengetahui apa saja fenomena geologis indah namun dibumbui dengan kesan misterius tersebut, anda langsung saja simak ulasan berikut ini.

Danau Hillier

Salah satu fenomena geologis yang menjadi sorotan dunia adalah Danau Hillier. Danau ini bisa ditemukan di Middle Island, negara bagian Australia Barat.

Fenomena geologis ini pertama kali didokumentasikan oleh penjelajah Inggris yang bernama Matthew Flinders pada tahun 1802 silam.

Lantas mengapa Danau Hillier ini termasuk ke dalam fenomena geologis menakjubkan yang penuh misteri? Perlu untuk anda ketahui, air yang mengisi danau sepanjang 500 meter ini tak seperti danau pada umumnya.

Danau ini memiliki air yang berwarna pink mencolok. Meski danau merah muda juga ditemukan di belahan dunia lain, namun danau yang satu ini sangat berbeda.

Jika danau pink lain, misalnya Retba di Senegal, warna airnya disebabkan oleh bakteri merah muda Salinibacter ruber atau alga merah muda Dunaliela salina.

Keduanya bisa merubah warna danau menjadi pink saat terkena sinar matahari. Namun apa yang dilihat pada Danau Hillier, airnya selalu konstan berwarna pink setiap waktu.

Hal inilah yang menjadi keunikan sekaligus misteri Danau Hillier. Sampai saat ini pun penelitian masih terus dilakukan untuk menjawab rasa penasaran dunia terhadap fenomena geologis menakjubkan ini.

Dibalik sisi misterius tersebut, ada fakta menarik yang penting untuk anda ketahui. Meski warna airnya tak biasa, namun danau ini aman untuk digunakan berenang.

Pasalnya, air danaunya begitu jernih, tak memiliki organisme makro, dan aman bagi kulit manusia. Hanya saja, siapa saja yang ingin berenang dihimbau untuk melakukannya di sekitar tepian saja.

Mata Sahara

Fenomena geologis yang satu ini tak kalah mengesankan. Mata Sahara atau yang juga dikenal dengan Struktur Richat ini bisa dijumpai di Mauritania, Afrika Barat.

Pemandangan yang disajikan Mata Sahara begitu memanjakan siapa saja yang melihatnya. Fenomena geologis menakjubkan ini tampak seperti mata jika diamati dari angkasa.

Dibalik kesan mengagumkan tersebut, Mata Sahara juga menyimpan sisi misteri terkait pembentukannya. Mulanya, para ahli geologi menduga bahwa Mata Sahara terbentuk karena dampak dari hantaman asteroid.

Namun perkiraan tersebut gugur setelah diketahui tak ada cukup batuan yang meleleh di sekelilingnya. Setelah itu, dugaan lainnya mulai bermunculan, seperti karena dampak letusan gunung berapi hingga sisa reruntuhan kubah geologis.

Hanya saja, penyebab pastinya belum ditemukan. Mengenai awal mula kemunculannya, Mata Sahara mulai ditemukan ketika operasi Gemini IV yang NASA lakukan pada tahun 1965.

Di tengah misi percobaan perjalanan ke luar angkasa tersebut, perhatian NASA terbagi ke fenomena Mata Sahara ini. Sebagai bukti ketertarikannya, NASA mengunggah potret Mata Sahara di situs resminya pada tahun 2018.

Fairy Circles

Fenomena geologis menakjubkan ini ada di Gurun Namib, selatan Afrika. Struktus geologisnya memperlihatkan sebidang tanah yang berbentuk lingkaran. Dimana di sekelilingnya ditumbuhi rumput.

Lingkaran-lingkaran ini bisa ditemukan secara leluasa sekitar 100 mil ke pedalaman. Pola dengan diameter lingkaran mulai 3 meter ke atas ini ada di gurun dengan bentangan 1.500 km.

Keunikan Fairy Circles yang ditemukan pertama kali pada tahun 1970-an ini bisa diketahui jika memandangnya dari atas. Sekilas penampakannya mengingatkan kita dengan polkadot.

Terkait bagaimana Fairy Circles ini bisa muncul, ada mitos yang menyebut bahwa struktur tersebut adalah jejak kaki para dewa, peri, atau roh.

Sementara itu, ilmuwan memiliki teori yang memperkirakan awal mula kemunculan Fairy Circles. Mulai dari dampak persaingan tanaman dalam mendapatkan air hingga rayap yang memakan vegetasi.

Namun tetap saja hal tersebut masih butuh penelitian yang lebih lanjut. Sebenarnya ilmuwan telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengungkap asal-usulnya, namun belum berhasil.

Karena belum jua berujung pada kesimpulan asal-usul yang pasti, tak heran jika Fairy Circles ini termasuk fenomena geologis menakjubkan yang misterius. (R10/HR-Online)

- Advertisment -