Kelebihan Honda Astrea Prima, Si Motor Zadul yang Masih Banyak Diburu Pembeli

Honda Astrea Prima
Honda Astrea Prima. Foto : net/ist

Honda Astrea Prima jika dibandingkan dengan motor saat ini bisa dikatakan ketinggalan zaman, terlebih dari bodinya yang sudah zadul. Meski begitu, sekarang ini masih banyak yang memburu motor Astrea Prima.

Sepeda motor besutan pabrikan otomotif asal Jepang ini terkenal di tahun 90-an. Astrea Prima ini merupakan lanjutan dari Honda Astrea 800 serta Astrea Star.

Walaupun Honda Astrea Prima di zamannya terkenal wah, namun jangan dibandingkan dengan motor buatan sekarang. Pasalnya, saat ini motor mengalami perubahan yang luar biasa.

Sebab, di zamannya sepeda motor di Tanah Air hanya dalam kondisi standar, alias tidak dibekali fitur atau teknologi yang canggih seperti zaman sekarang.

Itu terlihat dari sistem rem yang ada pada motor bebek termasuk Astrea Prima, yang seluruhnya masih memakai drum atau tromol. Untuk yang remnya sudah cakram hanya varian sport atau laki-laki saja di bagian depannya.

Kelebihan Honda Astrea Prima

Generasi millenial sekarang ini sangat antusias dengan kehadiran All New Honda Super Cub. Motor bebek modern namun memiliki gaya zadul ini kembali membangkitkan kenangan masa lalu, khususnya pecinta Honda Astrea yang merupakan bebek sejuta umat.

Honda Astrea Prima sendiri jika merunut dalam silsilah adalah cicit dari Super Cub. Sesudah Super Cub, hadir Honda Astrea 700, kemudian Astrea 800, lalu jenis Star dan akhirnya Astrea Prima.

Meski dikatakan sebaai motor zadul, namun berbicara tentang performanya tidak perlu diragukan lagi.

Mesin Lebih Bandel

Sepeda motor dari Honda yang mengaspal di Indonesia waktu itu belum seluruhny dibuat di Tanah Air. Jadi, seluruh komponen atau spare part-nya dikirim dari Jepang, kemudian dirakit di Indonesia.

Sehingga, komponen-komponen terutama mesin dari motor Honda itu tidak main-main, karena asli dan didatangkan dari Jepang. Walau sudah berusia puluhan tahun, namun Honda Astrea Prima baik itu milik kakek atau orang tua Anda masih terlihat masih segar bugar.

Memang untuk sepeda motor yang diproduksi sebelum tahun 2000-an, pabrikan tersebut fokus kepada kualitas bahannya. Jadi motor itu awet, baik dari mesin, body sampai rangka atau sasisnya.

Bukan hanya bandel, mesin dari Honda Astrea Prima juga menghasilkan tenaga serta torsi yang lebih besar, ketimbang sepeda motor generasi setelahnya di rentang cc yang sama.

Untuk mesin Astrea Prima memakai silinder tunggal berkapasitas 97 cc. Tipe mesinnya itu empat langkah, dengan OHC berpendingin udara.

Untuk tenaga maksimalnya bisa menghasilkan 8,9 ps per 8000 rpm, sedangkan torsi maksimumnya 8,9 ps per 8000 rpm dan rasio kompresi 9,0:1.

Bagian sistem bahan bakar memakai karburator Keihin 16 inci. Tangki bahan bakarnya bisa menampung sampai 3,7 liter, dengan oli mesin berkapasitas 0,9 liter.

Honda Astrea Prima menggunakan kopling sistem otomatis sentrifugal bertipe basah, dengan transmisi manual sampai 4-percepatan (N-1-2-3-4-N).

Electric Starter

Kelebihan lainnya dari Astrea Prima sudah dibekali dengan fitur elektrik starter. Padahal, di massanya untuk motor sport dengan kopling manual cuma diberikan kick starter saja.

Sementara sistem pengapiannya sudah AC-CDI, dengan aki atau accu 12V-4Ah. Busi merek NGK C7HSA atau DENSO U22FS-U.

Suspensi pada Honda Astrea Prima

Astrea Prima ini merupakan motor pertama yang menggunakan fitur baru suspensi teleskopik di bagian roda depannya. Sebab, untuk generasi sebelumnya masin memakai suspensi ayun (halu-halu).

Keunggulan dari suspensi teleskopik yang ada di Honda Astrea Prima ketimbang ayun, bisa dirasakan ketika melakukan pengereman.

Untuk suspensi halu-halu, apabila mengerem bagian depan, maka posisi depan sepeda motor bakal naik atau terangkat. Sedangkan jika memakai suspensi teleskopik di model motor sekarang akan menukik.

Memang jika dari teorinya, suspensi ayun lebih aman, sebab gerakannya terangkat jadi sepeda motor tidak bakalan terjungkal.

Tapi, di sisi stabilitas untuk halu-halu kurang stabil terlebih dalam kecepatan yang tinggi tentu berbahaya. Oleh karena itu, suspensi ayun sekarang ini tidak lagi digunakan.

Kelebihan lainnya dari Honda Astrea Prima dibanding motor di zamannya, yaitu bisa mengatur tingkat kelembutan suspensi belakangnya.

Pengaturan suspensi belakangnya itu berupa menyetel panjang atau pendek, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau berat beban.

Pilihan Warna

Honda Astrea Prima yang pertama kali dipasarkan di Tanah Air pada tahun 1989 ini memiliki desain umum, dengan pilihan warna putih hitam atau full hitam.

Untuk warna putih hitam, bagian yang berwarna hitam ada pada body-nya, sedangkan warna putih terletak di bagian sayap.

Akan tetapi, Astrea Prima seri limited edition yang dirilis tahun 1991, menawarkan warna semua hitam termasuk bagian sayap.

Sementara untuk spesifikasi lainnya, dimensinya memiliki panjang 191,5 cm, lebar 70,5 cm dan tingginya mencapai 107,6 cm. Motor ini juga memiliki berat sampai 93 kg.

Kemudian untuk jarak sumbu roda 123,4 cm, ukuran ban depan 2.25-17 dan belakang 2.50-17. Sistem rem di depan dan belakang menggunakan tromol.

Selain itu, karena tidak ada bagasi di bawah jok layaknya motor bebek model sekarang, maka Honda Astrea Prima dipasang rak dan penjepit untuk menyimpan barang, seperti jas hujan atau barang lainnya. (Adi/R5/HR-Online)

Loading...