Jumat, Mei 20, 2022
BerandaBerita BanjarKomisi III DPRD Kota Banjar; Pelaksanaan Proyek Rutilahu Perlu Dievaluasi

Komisi III DPRD Kota Banjar; Pelaksanaan Proyek Rutilahu Perlu Dievaluasi

Berita Banjar, (harapanrakyat.com,- Peristiwa rumah ambruk hasil pelaksanaan proyek Rutilahu bantuan Provinsi Jawa Barat tahun 2017 yang menimpa keluarga Ade Uju, warga Lingkungan Pintusinga, RT. 003, RW. 019, Kelurahan/Kota Banja, pada Minggu (02/02/20) lalu, mendapat tanggapan dari Komisi IIl DPRD Kota Banjar.

Salah seorang anggota Komisi III DPRD Kota Banjar, H. Mujamil, mengatakan, perlu ada evaluasi dalam pelaksaanan pembangunan Program Rutilahu di Kota Banjar, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Harus ada evaluasi dari mulai tahap awal perencanaan sampai pelaksaan di lapangan agar dalam pelaksaannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” kata Mujamil, kepada Koran HR, melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (04/02/20).

Karena menurutnya, ada sebagian warga penerima bantuan yang merasa keberatan saat mendapatkan bantuan, sebab harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyelesaian target dan itu bisa berpengaruh pada kualitas kontruksi.

Sedangkan, terkait dugaan runtuh karena kualitas kontruksi buruk, kata Mujamil, dirinya tidak bisa manduga lebih jauh karena belum melihat secara langsung ke lapangan. “Saya tidak bisa berkomentar soal kontruksi karena belum ke lapangan,” kata Mujamil.

Hal senada dikatakan anggota Komisi III DPRD Kota Banjar lainnya, H. Sudarsono, bahwa ke depannya untuk menjadi bahan pertimbangan material yang digunakan harus betul-betul diperhatikan, agar kualitas kontruksi yang dihasilkan betul-betul maksimal.

Menurutnya, kualitas material kontruksi sangat berpengaruh terhadap kekuatan bangunan, dan itu akan berdampak ketika ada beban tambahan. Misalnya karena faktor bencana alam ataupun lainnya.

“Ke depan harus ada kontroling kualitas material agar bangunan yang dihasilkan bisa kokoh dan aman,” tandas Sudarsono.

Diberitakan HR Online sebelumnya, rumah Ade Uju, warga Lingkungan Pintusinga, RT 3/19, Kelurahan/Kota Banjar, tiba-tiba ambruk hingga rata dengan tanah. Peristiwa itu terjadi Minggu (02/02/2020), sekitar pukul 11:00 WIB.

Warga di lingkungan setempat, Jana menuturkan, sebelum kejadian, isteri pemilik rumah, Erina, sedang berada di teras depan rumahnya, namun tiba-tiba rumahnya itu ambruk. Sontak Erina langsung berusaha menyelamatkan ke dua anaknya.

Nahas, saat menyelamatkan ke dua anaknya itu, kepala Erina ikut tertimpa kayu bagian material rumah yang ambruk hingga membuatnya terluka.

“Sebelum ambruk, ibu Erina lagi nemenin anaknya di dalam kemudian hendak keluar rumah. Baru sampai depan pintu rumahnya ambruk, dan ada bagian material yang menimpa kepala,” terang Jana.

Meski baru dibangun sekitar dua tahun lalu, lanjut Jana, kemungkinan penyebab ambruknya rumah tersebut diduga karena kontruksi penyangga rumah kurang kuat, ditambah lagi musim hujan dengan intensitas tinggi.

Saat ini, Erina beserta kedua anaknya sudah dibawa untuk mengungsi sementara ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sedangkan, kondisi rumahnya rata dengan tanah, dan satu buah sepeda motor di dalam rumah ikut tertimpa reruntuhan material bangunan rumah. (Muhlisin/Koran HR)

- Advertisment -