Komputer Mati Sendiri Secara Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Komputer Mati Sendiri
Ilustrasi Komputer Mati Sendiri. Foto : net/ist

Komputer mati sendiri dengan tiba-tiba ketika digunakan pasti akan bikin kaget. Terlebih saat komputer mati sendiri, Anda sedang mengerjakan tugas namun belum di save atau tersimpan, tentu akan kecewa dan kesal.

Untuk kasus seperti itu memang tidak sedikit yang mengalami. Bukan hanya komputer PC, laptop juga akan bisa mengalami kejadian serupa.

Sedangkan untuk penyebabnya bisa beragam, mulai dari komputer yang sudah uzur atau berumur lama sehingga komponen di dalamnya yang mudah rusak, sampai dari sistem operasi yang memang crash atau bermasalah.

Untuk lengkapnya, berikut ini penyebab komputer yang mendadak mati ketika dipakai.

Penyebab Komputer Mati Sendiri Secara Tiba-tiba

Ada beragam masalah yang bisa membuat komputer mendadak mati ketika digunakan. Mulai dari sistem operasi yang mengalami crash atau bug pada registernya.

Sistem operasi pada komputer baik PC atau laptop kebanyakan menggunakan OS Windows 7 sampai yang paling baru.

OS Windows yang bermasalah biasanya terjadi saat menginstal driver atau software tertentu. Dengan kesalahan tersebut bisa berefek cukup lumayan pengaruhnya, fatalnya bisa membuat komputer yang mati sendiri.

Selain karena salah dalam update atau instal software dan driver, Windows bisa rusak karena adanya virus yang menyerang OS. Namun biasanya virus atau malware tersebut menyerang dalam jumlah yang banyak.

Cara mengatasi jika sudah terkena virus bisa dengan melakukan scanning, yaitu menggunakan antivirus yang terpercaya dan update.

Sementara jika Windows sudah diselamatkan, maka cara terakhir ialah dengan melakukan instal ulang pada komputer Anda.

Dengan instal ulang maka dijamin komputer yang mati sendiri tidak akan terulang lagi. Pasalnya, sistem akan kembali normal.

Power Supply Sudah Rusak

Namun sebelum menginstal ulang, langkah pertama untuk mengecek kenapa komputer mati sendiri ketika dipakai yaitu memeriksa bagian komponen yang ada di PC atau laptop.

Komponen yang pertama diperiksa adalah bagian power supply (PSU). Komponen yang satu ini sangat penting, karena jika tegangan/daya kurang atau kualitas dari PSU ini tidak bagus, maka bisa berakibat fatal.

Maksud dari PSU yang tidak bagus adalah komponen yang dipakainya itu tidak sesuai dengan prosesor atau mainboard dari komputer. Misalkan,  menggunakan AMD Ryzen Threadripper, jadi PSU-nya haruslah memiliki kualitas yang tinggi.

Komputer mati sendiri karena kurangnya daya dari PSU juga perlu diperhatikan. Masing-masing komponen pada komputer memiliki kebutuhan daya sendiri-sendiri. Jadi, jangan sampai output daya power supply kurang dari kebutuhan komponen.

Cara mengecek permasalahan tersebut tidak lah sulit. Anda tinggal memeriksa PSU apakah masih hidup atau tidak. Kemudian perhatikan daya yang diperlukan oleh komputer. Jika dayanya kurang maka ada komponen PSU yang sudah rusak.

Apabila PSU benar-benar rusak atau kualitasnya sudah menurun, maka sebaiknya diganti dengan yang baru. Asalkan tegangan, ampere dan kualitasnya minimal sama dengan yang sebelumnya.

Prosesor Terlalu Panas

Komputer yang mati sendiri dengan tiba-tiba bisa juga disebabkan karena prosesor mengalami overheat atau terlalu panas.

Sebagai informasi, bahwa limitasi suhu tiap processor itu beda-beda. Ada yang mencapai maksimal 80 C sampai di atas 100 C.

Lantas bagaimana memeriksa overheat dari prosesor? Anda bisa menggunakan software Core Temp atau HWMonitor. Lalu cek suhunya saat lagi Full Load 100 persen, bisa dengan bermain game atau aplikasi berat.

Apabila suhu dari prosesor overheat misalnya di atas 80 C, maka itu bisa jadi penyebabnya. Lalu bagaimana mengatasinya?.

Langkah pertama yaitu dengan mengganti Thermal Paste Processor. Thermal Paste Processor adalah cairan seperti pasta atau odol yang memiliki fungsi sebagai menghantarkan panas, antara processor dan kipas pendingin.

Thermal Paste Processor jika sudah lama bisa kering, sehingga penghantaran panas itu akan terganggu, yang akhirnya menjadikan processor jadi overheat.

Langkah selanjutnya dengan memeriksa HSF atau Heatsink FAN (Kipas pendingin prosesor). Rusaknya HFS tentu sangat berpengaruh bahkan bisa membuat komputer mati sendiri saat dipakai.

Untuk memeriksa bagian HFS yang rusak dapat terlihat dari putarannya, jika tidak normal bahkan tidak berputar sama sekali maka bisa dipastikan sudah rusak.

Jika tidak ingin mengganti kipas tersebut, Anda bisa melakukan dengan membersihkan debu yang ada pada kipas. Biasanya cara tersebut lumayan manjur.

Setelah itu, cek putaran RPM kipasnya dapat dengan memakai aplikasi. Putaran tersebut jangan sampai di bawah 1000 RPM, terkecuali tidak dalam keadaan Full Load.

Selain membersihkan bagian kipas prosesor, jangan sampai melupakan bagian motherboard-nya atau cassing. Pasalnya, motherboard yang banyak debunya bisa membuat komputer mati sendiri.

Untuk membersihkan debu tersebut bisa dengan menggunakan kuas atau kompressor udara. Selain itu, bisa juga dengan memasang Dust Filter pada bagian tertentu, gunanya bisa mengurangi debu yang masuk.

RAM Rusak

Komponen lainnya yang bisa membuat komputer mati sendiri saat dipakai yaitu bagian RAM atau memori. RAM sendiri jarang sekali rusak, namun bukan berarti tidak bisa rusak.

Biasanya RAM yang bermasalah saat komputer menyala yaitu akan terjadi Bluescreen pada layar yang langsung berwarna biru.

Akan tetapi, kerusakan pada RAM juga bisa membuat komputer mendadak mati sendiri, biasanya saat booting.

Untuk ciri-ciri RAM yang rusak sangat mudah, saat dinyalakan maka speaker di dalam komputer akan berbunyi deep panjang.

Jika sudah seperti itu, maka cobalah dengan mengganti memori dengan yang lain, apabila sudah diganti komputer bisa menyala maka sudah dipastikan ada masalah pada RAM.

Namun sebelum membeli RAM yang baru atau bekas, sebaiknya bersihkan terlebih dulu bagian kuningannya. Siapa tahu setelah dibersihkan RAM akan kembali bekerja.

Selain RAM, komponen lainnya yang bisa membuat komputer mati sendiri adalah VGA yang sudah rusak. Atau bisa juga dari motherboard yang sudah tidak bekerja dengan optimal alias sudah rusak. (Adi/R5/HR-Online)