Kuliah Umum di STISIP BP Kota Banjar, HIPMI Jabar Beberkan Kiat Sukses Jadi Enterpreneur Muda

Para pengusaha dari HIPMI Jawa Barat saat mengisi acara kuliah umum di Kampus STISIP Bina Putera Kota Banjar.
Para pengusaha dari HIPMI Jawa Barat saat mengisi acara kuliah umum di Kampus STISIP Bina Putera Kota Banjar, Kamis (13/02/2020). Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat, memberikan kiat sukses menjadi enterpreneur muda kepada para mahasiswa STISIP BP (Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Bina Putera) Kota Banjar, Kamis (13/02/2020).

Dalam forum tersebut, para peserta diberikan motivasi dan kiat menjadi enterpreneur oleh pemateri dari kalangan pengusaha yang tergabung dalam HIPMI Jawa Barat.

Salah seorang pemateri dan pengusaha di bidang IT, Jimi Hendrik, mengatakan, dalam berbisnis, seseorang akan dihadapkan pada dua pilihan, yakni antara menjadi pembuat produk atau pemasar produk.

Untuk mewujudkan hal itu, di era digital ini seorang pengusaha harus menguasai semua perangkat penunjang, salah satunya penguasaan tekhnologi melalui market digital.

“Dalam skala usaha harus ada pembagian peran manajemen pengelolaan. Jangan diambil semua, nanti perusahaan nggak jalan,” kata Jimi.

Pemateri lainnya, Surya Bhatara, dan Rayhan, menambahkan, bagi pengusaha pemula, selain modal materi, yang tak kalah penting dalam berbisnis adalah soal mental, keyakinan, serta kreatifitas atau skill.

Selain itu, seorang pengusaha juga harus berani gagal, pandai membaca peluang, jujur dan tentunya bertanggung jawab.

“Dari banyak pengalaman rata-rata butuh waktu sekitar 10 tahun untuk sukses, walaupun ada yang lebih cepat. Kuncinya ada pada diri sendiri, yang penting mental dan berani untuk jatuh bangun,” terang Surya.

Sementara itu, Ketua HIPMI Jawa Barat, Jodi Janetra, mengatakan, melalui forum tersebut diharapkan dapat menggugah jiwa pengusaha muda di kalangan perguruan tinggi.

Karena menurutnya, tren bisnis di era digital ini perubahannya begitu cepat, sehingga para pengusaha pemula harus bisa membaca peluang dengan cermat.

“Di era revolusi industri, semua bisa dijadikan aset usaha, tinggal bagaimana kita membaca pasar dan membangun konektifitas. Jangan takut berusaha karena kegagalan adalah sukses yang tertunda,” tandas Jodi. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Loading...