Lapas Banjar Dapat Bantuan untuk Fasilitas Instalasi Air Warga Binaan

Lapas Banjar
Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih saat memberikan bantuan pengadaan instalasi air secara simbolis dari CSR Bank BJB Cabang Kota Banjar, kepada Kepala Lapas Kelas II B Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Kota Banjar, Jawa Barat, mendapat bantuan pengadaan peralatan instalasi air senilai Rp. 43,6 juta, dari Pemerintah Kota Banjar melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) Bank BJB Cabang Kota Banjar.

Agenda penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, kepada Kepala Lapas Banjar Bawono Ika Sutomo, di Aula Lapas Banjar, Senin (10/2/2020).

Pada kesempatan tersebut, Walikota Banjar menyampaikan, bantuan tersebut untuk mendukung pemenuhan fasilitas kebutuhan dasar warga binaan lapas.

Selain itu, nantinya juga akan dilakukan perbaikan infrastruktur jalan menuju lapas, karena beberapa titik sudah rusak dan retak-retak.

“Nanti untuk infrastruktur jalan diusulkan dulu melalui perencanaan. Diusahakan tahun ini terealisasi,” kata Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih kepada awak media.

Selain memberikan bantuan pengadaan peralatan instalasi air, Walikota Banjar juga menyampaikan bahwa kegiatan yang ada di lapas harus bisa merubah perilaku warga binaan, melalui pembinaan moral dan pelatihan.

“Lapas jangan sampai penuh. Angka kejahatan di Kota Banjar harus diminimalisir dan kegiatan yang ada bisa merubah perilaku warga binaan,” harap Ade Uu Sukaesih.

Sementara Kepala Lembaga Pemasarakatan kelas II B Kota Banjar, Bawono Ika Sutomo mengatakan, bantuan instalasi air tersebut merupakan usulan program dari periode Kalapas sebelumnya.

Saat ini Lembaga Pemasarakatan Banjar hanya mempunyai dua instalasi air, dan itu belum bisa mencukupi kebutuhan air warga binaan, sehingga perlu ada penambahan.

“Untuk kapasitas 400 warga binaan dengan dua instalasi memang belum bisa memenuhi suplai kebutuhan air, makanya perlu ada penambahan,” ucapnya.

Adapun terkait program untuk merubah perilaku warga binaan, Bawono menambahkan, nantinya akan membuat program pembinaan moral dan pelatihan kemandirian untuk warga binaan.

“Nanti kami giatkan program kemandirian yang sifatnya berkelanjutan melalui pembinaan dan pelatihan skill,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)