Musim Penghujan, Dinkes Kota Banjar Imbau Warga Waspada DBD dan Kenali Gejalanya!

Memasuki musim penghujan biasanya dibarengi dengan perkembangan biakan jentik-jentik nyamuk, salah satunya nyamuk aedes aegypti penyebab virus demam berdarah dengue (DBD).
Nyamuk aedes aegypti penyebab virus demam berdarah dengue (DBD). Foto: Ilustrasi.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Memasuki musim penghujan biasanya dibarengi dengan perkembangan biakan jentik-jentik nyamuk, salah satunya nyamuk aedes aegypti penyebab virus demam berdarah dengue (DBD).

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, H. Agus Budiana, terkait merebaknya wabah DBD yang terjadi di Kota Banjar, Jawa Barat, belum lama ini.

“Masyarakat harus mengenali ciri-ciri dan gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus dengue,” katanya, kepada sejumlah awak media, Kamis (13/02/2020).

Adapun yang menjadi gejala awal, lanjut Agus, biasanya penderita DBD akan mengalami demam tinggi disertai nyeri kepala, nyeri ulu hati, sendi, nyeri otot, dan susah buang air besar.

Setelah itu, terdapat tanda pendarahan akibat kebocoran plasma berupa bintik-bintik merah di bagian kulit, gusi berdarah, dan buang air besar yang disertai darah.

“Ketika sudah parah, penderita kemudian mengalami syok ditandai bagian kaki dan tangan terasa dingin dan lembab. Kalau sampai terlambat ditangani bisa berakibat kematian,” terangnya.

Agus juga menjelaskan, gejala tersebut berbeda dengan demam dengue atau dhf, karena biasanya untuk demam dengue, penderita hanya akan mengalami demam selama tiga hari, setelah itu akan berangsur turun.

“Kalau penderita DBD, setelah mengalami demam selama tiga hari biasanya akan berlanjut dengan pendarahan, jadi itu bedanya,” jelasnya.

Upaya Preventif

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Banjar mengimbau kepada warga masyarakat untuk mengenali gejala DBD, sekaligus juga melakukan upaya pencegahan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah seperti membersihkan saluran irigasi atau selokan, tempat tergenangnya air, serta memeriksa bak penampungan air yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Harus ada kesadaran bersama untuk pencegahan. Kami juga sudah menginstruksikan kepada setiap desa dan kelurahan di Kota Banjar untuk mengadakan kegiatan Jum’at bersih seminggu sekali dengan warga,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Loading...