Minggu, Mei 29, 2022
BerandaArtikelPenemuan Fosfor di Gugusan Bintang, Apa Benar Akan Ada Kehidupan?

Penemuan Fosfor di Gugusan Bintang, Apa Benar Akan Ada Kehidupan?

Penemuan fosfor di gugusan bintang telah ditemukan oleh para astronom di luar angkasa. Penemuan ini juga memberikan fakta baru mengenai sumber kehidupan.

Seperti yang diketahui bahwa fosfor merupakan sebuah senyawa yang berpengaruh pada kehidupan. Namun belum dapat dipastikan apakah senyawa tersebut memberikan kehidupan atau tidak.

Gugusan bintang ini memang sangat indah meskipun hanya hamparan debu dan gas. Penemuan fosfor ini juga sangat mengagumkan, apalagi senyawa ini tidak tersebar di beberapa planet.

Penemuan Fosfor di Gugusan Bintang Luar Angkasa

Fosfor merupakan salah satu senyawa atau unsur yang paling penting dalam sebuah kehidupan. Lebih tepatnya adalah pembentukan kehidupan di tempat yang baru. Seperti planet dan lainnya.

Sebelumnya pernah terdeteksi senyawa fosfor di luar angkasa. Namun lokasi senyawa tersebut tidak ditemukan secara pasti. Hal tersebut membuat beberapa astronom kesulitan untuk meneliti lebih lanjut mengenai senyawa tersebut.

Namun kini telah ditemukan senyawa fosfor yang baru. Penemuan ini tepatnya berada diantara gugusan bintang di luar angkasa. Gugusan bintang tersebut terletak cukup jauh dari Bumi. Jaraknya sekitar 7.000 tahun cahaya dari planet Bumi.

Gugusan ini tentunya ditemukan para astronom menggunakan Atacama Large Milimeter atau submilimeter. Alat ini diletakkan di sebuah gunung Atacama di negara Chili.

Alat ini memiliki resolusi yang cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk melihat gugusan bintang. Meskipun jaraknya sangat jauh dan bahkan menemukan fosfornya juga.

Penemuan fosfor di gugusan bintang ini menjadi sebuah pertanyaan. Bagaimana bisa ada senyawa fosfor di gugusan bintang tersebut.

Padahal gugusan bintang tersebut hanya berupa kumpulan gas dan juga debu. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata adanya senyawa tersebut diakibatkan oleh radiasi sinar matahari.

Gugusan bintang tersebut juga diberi istilah nama AFGL 5142. Pemberian nama ini bertujuan untuk memudahkan penelitian selanjutnya. Sebab, ada beberapa gugusan bintang yang ada di luar angkasa.

Adanya senyawa fosfor ini juga menjadi salah satu objek penelitian pada gugusan bintang. Sebab, dimungkinkan ada kehidupan baru yang akan terbentuk. Namun hal tersebut belum bisa dipastikan terjadi. Apalagi dengan dalam waktu yang sangat dekat ini.

Penelitian akan pembentukan fosfor ini juga dimuat dalam sebuah studi. Monthly Notices of The Royal Atronomy Society merupakan nama studi edisi bulan Februari.

Studi inilah yang kemudian menjadi sumber informasi dan pengetahuan lebih lanjut mengenai penemuan ini. Penelitian selanjutnya juga memunculkan beberapa pengetahuan baru. Tentunya masih berkaitan dengan penemuan senyawa fosfor.

Penemuan Fosfor di Gugusan Bintang

Phosporus Monoxide dan Phosporus Mononitride merupakan senyawa yang ditemukan di gugusan bintang tersebut.

Kedua senyawa fosfor yang ditemukan di gugusan bintang memiliki molekul yang berbeda. Dapat dikatakan bahwa molekul pada phosporus monoxide jumlahnya lebih mendominasi.

Namun fosfor tersebut tidak hadir dengan sendirinya. Para ilmuwan berpendapat bahwa fosfor tersebut dihantarkan oleh komet yang melintas di tata surya.

Analisa ini diungkapkan ketika ada penemuan fosfor di salah satu komet yang melintas. Hal tersebut membuktikan bahwa penemuan fosfor di gugusan bintang merupakan dampak dari komet.

Komet yang melintas juga memiliki senyawa fosfor yang sama. Meskipun pada kenyataannya hal ini belum dapat dipastikan dengan jelas.

Kedua senyawa fosfor yang ditemukan tersebut biasanya ada di beberapa planet berpenghuni. Sebab, fosfor tersebut merupakan salah satu tanda adanya sumber kehidupan.

Sehingga para ilmuwan berpendapat tentang adanya pembentukan planet. Bisa jadi gugusan bintang yang telah ditemukan tersebut akan membentuk planet baru.

Namun pembentukan planet baru ini memiliki potensi yang sangat sedikit. Apalagi gugusan bintang ini hanya sebuah debu. Sehingga sangat kecil kemungkinan untuk menjadi planet baru.

Pembentukan planet baru pun harus membutuhkan waktu yang lama. Terkadang fosfor yang dibutuhkan untuk kebutuhan hidup sangat banyak.

Sedangkan penemuan fosfor di gugusan bintang ini hanya memiliki 2 senyawa. Terlebih lagi hanya satu fosfor yang memiliki jumlah paling banyak.

Sehingga planet baru atau kehidupan baru belum tentu ada di gugusan tersebut. Hingga saat ini pun penelitian masih dilakukan.

Para ilmuwan masih meneliti tentang asal fosfor tersebut. Meskipun analisa juga menguatkan bahwa fosfor tersebut berasal dari komet, namun masih ada keraguan. Sehingga penemuan fosfor di gugusan bintang ini masih menjadi sebuah penelitian. (R10/HR-Online)

- Advertisment -