Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita TerbaruPenemuan Fosil Thalattosaurus Reptil Purba Berumur 200 Tahun

Penemuan Fosil Thalattosaurus Reptil Purba Berumur 200 Tahun

Penemuan fosil Thalattosaurus ternyata ditemukan oleh seorang ahli geologi. Ahli geologi tersebut berasal dari Dinas Kehutanan Amerika Serikat. Temuan ini langsung diteliti oleh para ilmuwan.

Pasalnya, temuan ini dikatakan memiliki kerangka yang lengkap. Meskipun tidak semuanya, namun temuan ini yang paling detail. Apalagi jika dibandingkan dengan beberapa fosil yang telah ditemukan sebelumnya.

Fosil ini juga tidak ditemukan dengan sendirinya. Seorang ahli geologi harus menjelajah sebuah kepulauan yang ada di Amerika.

Penemuan Fosil Thalattosaurus Berumur Ratusan Tahun

Kepulauan Keku yang ada di Alaska menjadi tempat dimana fosil ini ditemukan. Ahli geologi yang menemukan fosil ini juga memprediksi bahwa umurnya sekitar 200 tahun.

Penemuan fosil purba ini menjadi koleksi baru sekaligus menjadi wawasan baru pada bidang palaentologis.

Fosil Thalattosaurus ini diteliti oleh para ilmuwan dengan sangat detail. Tujuannya untuk mendapatkan fakta dan juga memperbarui wawasan mengenai spesies Thalattosaurus.

Sebelumnya juga pernah ditemukan fosil purba di kawasan ini. Namun kelengkapannya tidak seperti fosil Thalattosaurus. Penemuan fosil Thalattosaurus ini memberikan pengetahuan mengenai silsilah spesies tersebut.

Penelitian ini semakin dimudahkan dengan kerangka yang begitu detail. Analisa mengenai fosil ini kemudian dicocokkan dengan beberapa fosil lainnya.

Penelitian tersebut membuahkan hasil bahwa fosil yang ditemukan ternyata adalah reptil. Fosil reptil ini diperkirakan telah berevolusi.

Sebab, reptil Thalattosaurus ini sebenarnya hidup di darat, namun berevolusi ke laut. Sehingga reptil Thalattosaurus hidup di laut hingga fosilnya ditemukan.

Evolusi yang dilakukan oleh reptil tersebut ternyata membutuhkan adaptasi. Hal ini dikarenakan kehidupan laut dan kehidupan darat jauh berbeda.

Para peneliti menganalisa bahwa reptil Thalattosaurus ini berkembang selama jutaan tahun. Dari analisa tersebut, reptil ini dikatakan langka oleh para peneliti.

Penemuan fosil Thalattosaurus ini dianalisis menggunakan alat berupa komputer yang canggih. Fosil yang ditemukan ini membutuhkan analisa yang sangat lama.

Ditemukan pada tahun 2011 dan membutuhkan beberapa tahun untuk menganalisanya. Tentunya analisa ini nantinya akan memberikan pengetahuan baru.

Analisa yang dilakukan meliputi lokasi penemuan, informasi lebih lanjut, hingga kesamaan fosil. Dengan analisa ini, maka akan diperoleh hasil yang akurat dan perkiraan yang logis.

Penemuan Fosil Thalattosaurus Reptil yang Berevolusi

Fosil hewan purba memang sering ditemukan di kawasan Amerika Utara. Tidak hanya hewan purba saja, tetapi juga beberapa tumbuhan yang langka. Diantaranya seperti akar dan yang lainnya.

Fosil-fosil tersebut ditemukan biasanya dalam keadaan tertimbun. Terkadang ada yang menempel pada sebuah bebatuan.

Fosil yang ditemukan akan diteliti lebih lanjut, kemudian disimpan dengan benar. Satu per satu fosil tersebut nantinya akan digunakan sebagai objek penelitian.

Tujuannya untuk melihat adakah keterkaitan antara fosil baru dengan yang sebelumnya. Seperti penemuan fosil Thalattosaurus yang dicocokkan dengan fosil sebelumnya.

Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa reptil Thalattosaurus pernah hidup di laut khatulistiwa. Kehidupannya berawal dari periode Trias.

Seperti yang diketahui bahwa periode Trias merupakan awal kemunculan Dinosaurus. Sehingga reptil ini juga bisa dikatakan sebagai hewan zaman Jurassic.

Kehidupan karena evolusi dan adaptasi tentunya berbeda. Apalagi kehidupan di laut dangkal membutuhkan penyesuaian yang tidak sebentar.

Penemuan fosil Thalattosaurus ini mewakili takson pada reptil purba. Para ilmuwan mulai meneliti bagaimana caranya reptil purba ini bertahan hidup. Bagaimana reptil purba ini bertahan meski harus memulai adaptasi yang baru.

Kemudian bagaimana cara reptil ini mendapatkan makanan. Ternyata reptil ini memiliki mulut atau moncong yang pendek.

Meskipun pendek, moncong tersebut sangat lancip. Dengan moncong tersebut, reptil purba ini bertahan hidup dan mencari makan.

Memiliki panjang tubuh sekitar 4 meter, tentunya tidak terlalu besar. Mengingat keluarga hewan masa purba memiliki ukuran yang raksasa.

Setelah mengetahui bagaimana cara reptil ini bertahan, maka hal selanjutnya adalah kepunahan. Secara umum, kepunahan hewan masa Jurassic disebabkan oleh hujan meteor.

Namun berbeda dengan reptil yang satu ini. Diperkirakan kepunahannya bukan karena hujan meteor, tetapi karena perubahan alam.

Setelah berevolusi ke kehidupan laut, tentunya sumber makanannya berasal dari laut. Namun karena perubahan permukaan air laut, reptil purba ini kehilangan sumber makanan.

Hingga akhirnya reptil ini mengalami kepunahan karena perubahan alam dan ketersediaan makanan.

Dengan begitu, penemuan fosil Thalattosaurus ini telah memberikan pengetahuan baru. Pada zaman Jurassic pernah ada reptil yang berevolusi meskipun akhirnya punah. (R10/HR-Online)

- Advertisment -