Satelit Solar Orbiter Meluncur, Ungkap Misteri Potret Kutub Matahari

Satelit Solar Orbiter
Satelit Solar Orbiter Meluncur. Foto: Net/Ist

Selain Parker Solar Probe, satelit Solar Orbiter juga diluncurkan untuk meneliti matahari secara lebih detail dari jarak terdekatnya.

Berbeda dengan Parker Solar Probe yang sudah diluncurkan 18 bulan lalu, Solar Orbiter baru meluncur dari Florida Amerika Serikat pada Minggu malam waktu setempat.

Peluncuran Solar Orbiter diharapkan bisa mengungkap rahasia matahari yang selama ini menjadi misteri. Lantas rahasia apa itu? Temukan jawabannya dengan menyimak ulasan di bawah ini.

Satelit Solar Orbiter Sukses Meluncur

Pesawat antariksa yang meluncur dari Kennedy Space Center ini adalah hasil kolaborasi antara ESA (Badan Antariksa Eropa) dan NASA Badan Antariksa Amerika Serikat.

Peluncuran Solar Orbiter bukan tanpa alasan. Satelit ini membawa misi penting yang hasilnya sangat dibutuhkan oleh ilmuwan.

Tak hanya kalangan ilmuwan, hasil pengamatan satelit ini juga akan menambah wawasan masyarakat. Adapun misi yang diemban satelit Solar Orbiter yaitu memotret dua kutub matahari.

Hasil yang didapat dari misi Solar Orbiter tentu saja sangat dinanti-nantikan. Bagaimana tidak, hingga saat ini belum ada manusia yang tahu perihal kutub matahari.

Agar misi yang dibawa Solar Orbiter berjalan sesuai rencana, pesawat antariksa ini akan ditempatkan di orbit yang strategis.

Dimana orbit yang akan ditempatinya bisa membantu dalam mengabadikan penampakan kutub utara dan kutub selatan matahari.

Spesifikasi Satelit Solar Orbiter

Jika membayangkan betapa panasnya matahari, tentu tak sembarang wahana bisa mendekatinya. Hanya pesawat antariksa dengan spesifikasi khusus saja yang mampu melakukannya.

Solar Orbiter ini pun menjadi salah satu wahana istimewa tersebut. Solar Orbiter dibekali dengan spesifikasi tangguh berupa 10 instrumen penelitian.

Sementara untuk bobotnya, satelit ini dirancang secara khusus dengan berat mencapai 1.800 kilogram. Dengan spesifikasi tersebut, Solar Orbiter diperkirakan bisa mendekat ke matahari dengan jarak hingga 42 juta kilometer.

Untuk diketahui, titik terdekat tersebut memperlihatkan bahwa Solar Orbiter ada di dalam orbit planet Merkurius. Hal ini berarti satelit Solar Orbiter memang lebih dekat dengan matahari daripada Merkurius.

Pendekatan ke matahari ini akan dilakukan mulai tahun 2022. Sedangkan pengaktifan instrumen penelitian akan dilakukan sepenuhnya pada 2021.

Sebelum instrumen di dalam Solar Orbiter dinyalakan pun, tim peneliti akan melakukan pengujian terlebih dahulu. Dengan begitu, tim bisa memastikan bahwa sistemnya mampu beroperasi sebagaimana yang diharapkan.

Meski diluncurkan dari Kennedy Space Center, misi yang dibawa Solar Orbiter ini akan dikendalikan dari Pusat Operasi Antariksa Eropa yang ada di Darmstadt, Jerman.

Potret Kutub Matahari Mulai Terungkap

Seperti yang sudah diulas di atas, peluncuran satelit Solar Orbiter ini membawa misi untuk memotret kedua kutub matahari dari dekat.

Ada banyak alasan mengapa kutub matahari sangat menarik untuk diteliti. Selain karena belum ada manusia yang mengetahui bagaimana penampakannya, aktivitasnya juga mengejutkan.

Untuk diketahui, dalam kurun waktu 11 tahun, kutub matahari akan terbalik. Dimana kutub utara akan menjadi kutub selatan dan sebaliknya. Aktivitas matahari pun akan meningkat dan mengirimkan semburan ke luar angkasa.

Dalam mengamati sekaligus mengabadikan kutub matahari, satelit Solar Orbiter secara otomatis juga akan membantu ilmuwan dalam mempelajari angin matahari.

Sebagaimana yang kita tahu, semburan dan angin matahari sangat mempengaruhi kehidupan di Bumi. Mulai dari gangguan sistem radar, sinyal radio, dan bahkan menghilangkan fungsi satelit.

Sekilas untuk diketahui, wahana antariksa Parker Solar Probe saat ini sudah ada di jarak 18,6 juta kilometer dari Matahari.

Dengan jarak tersebut, Parker Solar Probe menjadi wahana antariksa buatan manusia yang paling dekat dengan matahari.

Meski sudah berhasil memecahkan rekor, namun Parker Solar Probe diperkirakan masih bisa mendekat lagi. Bahkan diperkirakan bisa sampai jarak 6 juta kilometer pada tahun 2025 mendatang.

Keberadaan Parker Solar Probe yang sudah bisa sangat dekat dengan matahari ini mengundang rasa penasaran publik, mengapa juga meluncurkan Solar Orbiter.

Perlu untuk anda ketahui, meski Parker Solar Probe berjarak begitu dekat dengan matahari, namun wahana ini tak bisa memotret kutub matahari.

Misi tersebut hanya bisa dilakukan Solar Orbiter. Hal inilah yang menjadi kelebihan Solar Orbiter dibanding Parker Solar Probe.

Secara keseluruhan, satelit Solar Orbiter dan Parker Solar Probe sama-sama bermanfaat untuk mengungkap penampakan matahari secara jelas dari titik terdekat. (R10/HR-Online)

Loading...