Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita BanjarSegarnya Bisnis Minuman Kelapa Muda di Kota Banjar

Segarnya Bisnis Minuman Kelapa Muda di Kota Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Minuman kelapa muda merupakan salah satu minuman yang sangat dicari sebagian kalangan masyarakat. Minuman ini tak hanya segar, khasiatnya juga sangat baik untuk tubuh.

Kesegaran minuman kelapa muda ternyata sebanding lurus dengan bisnisnya apabila digeluti. Apalagi berjualan kelapa muda terbilang usaha yang minim risiko dan modal sangat terjangkau.

Seperti yang diungkapkan Parjo (65), warga Lingkungan Cikabuyutan Barat, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, bisnis minuman kelapa muda yang dilakoninya sangat membantu perekonomian keluarganya selepas ia pensiun sebagai guru SMPN 1 Banjar.

Ia menuturkan, sejak masih menyandang status PNS dirinya sudah memiliki sampingan berjualan buah-buahan. Namun setelah pensiun, ia justru berganti jualan kelapa muda di sekitaran Tugu Pahlawan Kota Banjar, persis di jalur jembatan Viaduct Banjar.

“Alhamdulillah, di usia yang sudah tak muda lagi ini saya masih produktif. Jadi saya meskipun pensiun, tapi inginnya itu nggak mau diam, artinya harus beraktivitas yang produktif,” kata pria kelahiran Karanganyar, Gombong, Jateng ini kepada Koran HR, Selasa (11/2/2020).

Parjo menjelaskan, hampir setiap hari dirinya rata-rata mampu menjual kelapa muda hingga 70 butir, dengan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu sesuai dengan ukuran kelapanya.

Bahkan, khusus kelapa muda merah, dirinya mengaku kewalahan lantaran pasokannya yang terbatas dan permintaannya sangat banyak. Ia menjual kelapa muda merah mulai Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu, sesuai dengan ukuran besar kecilnya kelapa.

“Saya kan dipasok dari Mulyasari, Pamarican dan Balokang, termasuk kelapa merahnya. Kalau kelapa muda yang biasa itu setiap hari ada. Namun yang merah tidak tentu ada. Kadang ketika saya pesan, malah tidak ada, kalau sedang tidak pesan malah dikirim,” ujar pria yang akrab dipanggil Pa’e ini.

Untuk menjaga kualitas kelapa muda yang dijualnya, lanjut Parjo, ia memiliki standar untuk tidak menjualnya ketika lewat 3 hari. Sebab, ketika sudah lewat secara rasa akan berubah.

Selain itu, ia juga menyediakan es kelapa muda sebagai pendamping kelapa murni yang ia jual. Ia mengungkapkan, bisnis jualan kelapa ia bisa mendapatkan laba Rp 2.500 dari kelapa murni, dan Rp 1.500 dari es kelapa muda.

“Sebenarnya kalau mau jualan kelapa bakar itu lebih menjanjikan, bisa Rp 15 ribu untuk kelapa biasa dan Rp 25 ribu untuk kelapa merah. Cuma ya itu, saya sudah kerepotan di sini juga karena belum punya karyawan. Padahal di Banjar itu belum ada sepertinya,” tutur Parjo yang juga alumnus Unsil Tasikmalaya tahun 1986 ini.

Menurut Parjo, bisnis kelapa ini sangat menjanjikan bagi siapa saja yang ingin memiliki usaha. Apalagi hanya dengan bermodalkan Rp 500 ribu, ia menyebut seseorang sudah bisa meraup untung cukup lumayan dari jualan kelapa muda dan es kelapa.

Selain modal sedikit bisa berjalan, risiko yang dihadapi saat berjualan pun terbilang minim. Hanya saja untuk masalah lokasi sangat berpengaruh besar terhadap laku tidaknya jualan kelapa muda ini.

Ia berprinsip, berjualan dengan harga yang terjangkau dengan mengambil keuntungan kecil lebih baik daripada berjualan dengan harga tinggi namun sepi pembeli. Sebab, dengan ramainya pembeli bisa memutarkan uang yang ada untuk usaha.

“Alhamdulillah di usia 65 tahun ini saya masih diberikan kekuatan untuk berusaha untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

- Advertisment -