Smartphone ‘Sapa Warga’ di Pangandaran Rusak, Anggota DPRD Jabar: Harus Dievaluasi

Smartphone 'Sapa Warga' di Pangandaran
Smartphone 'Sapa Warga' di Pangandaran yang rusak. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menyebutkan pembelanjaan smartphone ‘Sapa Warga’ yang diberikan kepada para ketua RW harus dievaluasi. Apalagi saat ini ada kasus smartphone ‘Sapa Warga’ di Pangandaran yang rusak.

Baca Juga: HP Gampang Panas, 35 Unit Smartphone ‘Sapa Warga’ di Pangandaran Rusak

Herman Sutrisno, salah seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Kabupaten Ciamis, Kuningan, Pangandaran, dan Kota Banjar, mengatakan, selain perlu dievaluasi, penggunaan smartphone ‘Sapa Warga juga perlu dipantau.

“Jangan sampai smartphone ini malah lebih banyak digunakan untuk keperluan lain dibanding digunakan untuk menunjang tupoksinya sebagai ketua RW,” kata Herman, Minggu (23/2/2020).

Sementara, permasalahan rusaknya smartphone ‘Sapa Warga’ di beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran, harus ditelusuri penyebabnya. Apalagi, menurut Herman, smartphone tersebut baru saja diterima oleh Ketua RW.

“Rusaknya smartphone itu kan bisa karena sparepart-nya bisa karena penggunaannya yang salah. Karena itu perlu ditinjau lagi mulai dari pembelanjaan sampai penggunaan smartphone ‘Sapa Warga’ ini. Evaluasi diperlukan tujuannya agar bisa menghindari kerugian,” terangnya.

Herman juga mengungkap spesifikasi smartphone yang diberikan kepada Ketua RW itu rendah, sehingga tidak heran apabila cepat rusak.

“Apalagi kalau misalnya smartphonenya dipakai main game atau hal lain yang kurang bermanfaat, sudah pasti cepat rusak. Seharusnya, smartphone yang diberikan kepada Ketua RW ini diisi aplikasi ‘Sapa Warga’ saja, gak perlu ada aplikasi lainnya lagi,” tambahnya lagi.

Baca Juga: Smartphone ‘Sapa Warga’ Rusak di Pangandaran, Pemdes yang Harus Perbaiki

Hal senada dikatakan Johan J Anwari, anggota DPRD Povinsi Jawa Barat dari fraksi PKB. Dia mengakui program ‘Sapa Warga’ merupakan program positif, namun dalam pelaksanaannya harus efektif.

“Program Sapa Warga ini perlu dievaluasi, apakah efektif atau tidak. Jangan sampai ada kejadian smartphone untuk para Ketua RW malah dipakai main game oleh cucu-cucunya,” kata Johan. (Ceng2/R7/HR-Online)

Loading...