Temuan Oksigen Molekuler di Galaksi Lain, Dimana dan Bagaimana Bisa?

emuan Oksigen Molekuler di Galaksi Lain
Ilustrasi emuan Oksigen Molekuler di Galaksi Lain. Foto: Istimewa

Adanya temuan oksigen molekuler di galaksi lain bukan hanya mengejutkan, akan tetapi juga menarik untuk dipelajari lebih lanjut.

Sebagaimana yang kita tahu, oksigen menjadi salah satu penunjang kehidupan. Tanpa adanya oksigen, maka makhluk hidup tak bisa bernafas sehingga peranannya begitu dibutuhkan.

Temuan Oksigen Molekuler di Galaksi Lain

Selama ini kita tahu bahwa Bima Sakti menjadi galaksi tempat Bumi berada. Bumi memiliki oksigen untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Adanya temuan oksigen molekuler di luar Bima Sakti pun lantas memunculkan beragam spekulasi. Salah satunya, apakah tempat tersebut juga layak huni atau tidak.

Terlepas dari spekulasi yang ada, penemuan oksigen molekuler ini menjadi kali ketiga pendeteksian di luar sistem Tata Surya. Sementara jika dikaji dalam lingkup luar galaksi Bima Sakti, maka penemuan ini menjadi kali pertama.

Mengenai galaksi mana yang dimaksud, mulanya astronom menganggap bahwa oksigen molekuler tersebut ada di Orion Nebula. Dugaan lokasi temuan oksigen molekuler di galaksi lain ini bukan tanpa alasan.

Hal ini dikarenakan astronom menghipotesa bahwa oksigen berikatan dengan hidrogen dalam wujud es dan menempel pada debu di antariksa. Namun nyatanya anggapan lokasi temuan tersebut tak benar.

Pasalnya, Orion Nebula adalah tempat bintang terbentuk. Dengan demikian, kemungkinan adanya oksigen karena radiasi bintang muda yang panas dengan air justru menyublim dan memecah molekulnya.

Guna memastikan lokasi temuan oksigen molekuler tersebut, astronom Junzhi Wang yang berasal dari Akademi Ilmu Pengetahuan China lantas melakukan penelitian lebih mendalam.

Hingga pada akhirnya, Wang mengetahui bahwa galaksi tempat ditemukannya oksigen molekuler ialah Markarian 231. Rasa penasaran astronom pun terjawab sudah.

Apa Itu Galaksi Markarian 231?

Galaksi Markarian 231 letaknya sangat jauh dengan planet yang kita tinggali. Dimana jarak tempat temuan oksigen molekuler di galaksi lain ini mencapai 561 juta tahun cahaya.

Sekilas untuk anda ketahui, 1 tahun cahaya setara dengan 9,4 triliun km. Tak heran jika temuan ini begitu menarik dan penting.

Lebih menarik lagi karena Wang beserta astronom lainnya menemukan fakta baru. Diketahui bahwa galaksi Markarian 231 ini memiliki Quasar. Quasar sendiri adalah black hole supermasif yang bersifat sangat aktif.

Disebut aktif karena lubang hitam Quasar tersebut berputar satu sama lain di sekitar dengan tingkat kecepatan yang tinggi.

Quasar yang ditemukannya pun bukan hanya satu, melainkan ada dua. Hanya saja, keberadaan dua Quasar tersebut baru sebatas dugaan saja. Hingga kini belum ada pembuktiannya.

Berbicara mengenai Quasar, objek ini terkenal begitu terang di alam semesta. Disamping itu, Quasar di tempat temuan oksigen molekuler di galaksi lain ini termasuk Quasar terdekat Bumi.

Lantas bagaimana bisa galaksi ini menghasilkan oksigen molekuler? Dalam hal ini, astronom menjelaskan bahwa inti galaksi mendorong aliran molekul. Dimana hal tersebut menciptakan guncangan intens dan diperkirakan melepaskan oksigen.

Lebih lanjut, Wang menjelaskan bahwa emisi O2 yang ditemukan di sekitar 10 kpc dengan jarak 32.615 tahun cahaya dari Markarian 231 bisa muncul karena interaksi awan molekul cakram luar dan aliran keluar molekul tersebut.

Sarana Penemuan Oksigen Molekuler

Temuan oksigen ini bukan terjadi begitu saja. Penemuan ini merupakan hasil jerih payah astronom dalam melakukan pencarian sebelumnya.

Dalam upaya pencarian oksigen tersebut, astronom memanfaatkan astronomi milimeter. Dimana astronomi milimeter ini mampu mendeteksi panjang gelombang radio dari molekul.

Tak hanya itu, pencarian oksigen ini juga dilakukan dengan memanfaatkan spektroskopi. Berkat spektroskopi, astronom bisa menganalisis spektrum panjang gelombang tersebut.

Hal ini sebagaimana yang dilansir dari New York Post, pada Jumat, 21 Februari 2020. Setelah menemukan oksigen molekuler pun, astronom lantas melakukan pengamatan.

Dalam pengamatan yang dilakukan, astronom memanfaatkan teleskop radio 30 meter IRAM di Spanyol. Pengamatan ini dilakukan selama 4 hari.

Tak bisa dipungkiri bahwa butuh perjuangan dalam melakukan pencarian, pengamatan, dan penelitian lebih lanjut terkait temuan ini.

Sekilas untuk anda ketahui, oksigen ada dalam urutan unsur ketiga yang keberadaannya sangat melimpah di alam semesta, sesudah hidrogen dan helium.

Adanya temuan oksigen molekuler di galaksi lain ini pun mampu menambah wawasan kita mengenai alam semesta beserta isinya. (R10/HR-Online)

Loading...